Laporan Wartawan Kompas Pingkan E Dundu
JAKARTA, KAMIS - Sepuluh hari menjelang bulan puasa, Kamis (21/8), harga sejumlah komoditi mulai merangkak naik. Kenaikan harga terutama terjadi pada produk gula pasir, telur, daging sapi, dan ayam. Kisaran kenaikan harga antara Rp500- Rp 5.000 per kilogram. Namun, bahan baku ini tersedia cukup untuk 40 hari.
Di Pasar Kebayoran Lama, Palmerah, Tanah Abang, dan Senen harga daging sapi naik antara Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per kilogram. Harga daging sapi yang sebelumnya Rp 52.000- Rp 55.000 per kg naik menjadi Rp 55.000 - Rp 60.000 per kg.
Harga ayam ras dan bukan ras (kampung) naik rata-rata Rp 500-Rp 1.000 per ekor. Harga ayam ras yang sebelumnya Rp 22.000-Rp 25.000 per ekor naik menjadi Rp 22.500-Rp 25.500 per ekor. Sementara harga ayam kampung Rp 32.000-Rp 35.000 per ekor naik menjadi Rp 33.000-Rp 36.000 per ekor.
Kenaikan harga juga terjadi pada gula pasir. Harga produk ini naik dari Rp 5.900-Rp 7.200 menjadi Rp 6.200-7.900 per kg. Harga telur yang sebelumnya tetap tinggi yakni berkisar Rp 14.000 per kg naik lagi menjadi Rp 16.000 per kg. Selama dua bulan terakhir, harga telur terus berfluktuasi.
Sementara, harga produk sayuran belum ada kenaikan kecuali cabai rawit merah sebulan terakhir tetap tinggi mencapai Rp 40.000- Rp 50.000 per kg.
Stok tersedia
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Nurachman mengatakan, persediaan bahan baku kebutuhan pokok di DKI Jakarta rata-rata cukup untuk 40 hari hingga dua bulan ke depan.
Saat ini beras yang tersedia mencapai 100.319 ton, terdiri dari Perum Bulog Divre DKI Jakarta 72 ribu ton dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) 28.319 ton. Dengan asumsi rata-rata sehari antara 2.000 sampai 2.500 ton, persediaan tersebut cukup untuk 40 hari. Belum lagi pasokan stok berjalan dari PBIC sebanyak 2.500 ton per hari. Stok minyak goreng tersedia 17.400 ton. Jika rata-rata konsumsi 380 ton per hari artinya jumlah itu cukup untuk 45 hari.
Untuk telur yang tersedia 16.103 ton. Dengan asumsi rata-rata konsumsi per hari sebanyak 40 ton, jumlah stok itu cukup untuk kebutuhan warga selama 32 hari. Rinciannya terdiri dari telur ayam ras 8.015 ton, telur ayam kampung 4.520 ton, dan telur itik 3.568 ton. Sementara komoditas sayur-mayur tidak memiliki persediaan. Meski demikian, pasokan di Pasar Induk Kramatjati mencapai 275 ton per hari.
Selain beras, minyak goreng, telur, dan sayuran, persediaan daging di DKI Jakarta juga aman sampai dua bulan. Di Rumah Pemotongan Hewan Dharmajaya, Cakung, Jakarta Timur persediaan daging mencapai 492 ton dan ditambah 150 ton daging dari kemitraan dengan perusahaan peternakan dan pemotongan hewan lainnya. Stok sapi dan kerbau disimpan di Cakung. Sedangkan stok ayam dan kambing disimpan di Pulo Gadung.
Terkait dengan antisipasi kelangkaan dan lonjakan harga, Dinas Perindustrian DKI Jakarta akan melakukan pasar lelang Argo, 28 Agustus mendatang di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang