SOCHI, KAMIS - Washington menuntut Rusia menarik kembali tentaranya keluar dari Georgia 'sekarang', namun Moskow menjawab bahwa ini akan dilakukan 10 hari lagi. Sebagai sebuah tanda meningginya ketegangan antara Moskow dan pihak barat setelah konflik di Georgia, seorang agen surat kabar Rusia melaporkan bahwa Rusia untuk sementara membekukan kerjasama dengan aliansi NATO, meskipun tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Dengan beberapa pernyataan keras, Washington, dalam hal ini Gedung Putih menyatakan bahwa Rusia telah melanggar komitmen untuk meninggalkan wilayah Georgia setelah serangan militer yang dilakukannya dua minggu lalu. Juru bicara Gedung Putih Gordon Johdroe mengatakan bahwa dirinya tidak bisa membayangkan apakah kerjasama militer dengan Moskow bisa berlanjut sampai situasi kembali tenang.
Amerika tampak tidak sabar dengan perkembangan yang terjadi hari ini dan menunggu penarikan kembali tentara Rusia beserta senjatanya dari Georgia. Namun, Komandan pasukan Rusia mengatakan bahwa tentara penjaga kedamaian yang menjaga Osetia Selatan ini bakal pulang kembali ke Rusia dalam 10 hari ini.
"Tentara-tentara ini akan ditarik kembali ke wilayah Rusia," ujar Vladimir Boldyrev kepada wartawan di Sochi, tempat Presiden Rusia Dmitry Medvedev menghabiskan waktunya selama musim panas, dalam sebuah telepon konferensi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang