Bisnis Sapi Perah di Mega Kuningan, Menggiurkan!

Kompas.com - 22/08/2008, 05:56 WIB

JAKARTA, JUMAT - Selain faktor usaha yang diwariskan oleh keluarga secara turun-temurun, salah satu alasan peternak sapi perah di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan masih mempertahankan usahanya adalah, prospek cerah yang dijanjikan oleh bisnis ini.

Aliran rupiah akan lebih cepat datang bila dibanding investasi di bank, asal mengerti perawatan dan seluk-beluk beternak sapi perah. "Daripada berinvestasi uang di bank, lebih baik investasi di usaha sapi perah. Asal tahu tentang perawatan dan cara menangani sapi perah, dijamin lebih menggiurkan dari simpan uang di bank," kata Mirdan Zarkasih (45), salah satu peternak sapi perah yang ada di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Mirdan lantas mencontohkan pengalaman yang baru saja dialaminya. Dia membeli sapi perah betina berumur lima bulan seharga tiga juta rupiah, setelah berumur dua tahun dia jual dan laku seharga sepuluh juta rupiah. "Mungkin bisa sepuluh juta lebih, kalau mau pelihara sendiri dengan pemasukan dari susu perahnya," ujarnya.

Menurut pengakuan Mirdan, untuk saat ini harga susu satu liternya seharga empat ribu rupiah. Sedangkan satu ekor sapi perah mampu menghasilkan 15-20 liter susu setiap harinya, artinya sekitar 60 ribu sampai 80 ribu rupiah dapat diperoleh dari satu sapi. "Sapi baru bisa diperas setelah beranak satu kali, atau berumur satu tahun lah minimal. Sedangkan bila sapi sudah tujuh kali melahirkan, maka bisa dipastikan produksi susunya akan turun, paling sehari cuma lima liter," kata bapak dari empat orang putri ini.

Bila dihitung dengan mengacu data di atas, maka dalam setahun pemasukan dari penjualan susu satu ekor sapi perah betina dengan kondisi normal sebesar 21.900.000 rupiah sampai 29.200.000 rupiah. "Untuk pengeluaran operasional satu ekor sapi, sehari paling 20 sampai 30 ribu. Jadi kalau satu tahun pengeluaran sapi berkisar antara 7,3 juta sampai 10,95 juta rupiah," terang Mirdan. Jadi setahun laba bersih bisa mencapai 11 juta lebih, untuk satu ekor sapi perah betina dewasa. Wow...

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau