Hei... Mulutmu Bau Miras!

Kompas.com - 22/08/2008, 12:03 WIB

PULUHAN siswa kelas IA Akuntansi SMK Muhammadiyah I tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan beberapa polisi di ruangan kelas mereka, Kamis (21/8) sore sekitar pukul 15.00 Wita.

Raut tegang terpancar dari beberapa siswa. Soalnya, tak ada pemberitahuan sama sekali kalau kelas mereka bakal dirazia. Ketegangan dan kebingungan mulai mereda ketika Kasubag Bimas Bina Mitra Poltabes Banjarmasin Ipda Fadilansyah HM memberitahukan bila pihaknya akan memeriksa semua siswa untuk mengantisipasi benda-benda terlarang beredar di sekolah.

"Saya kira ada apa, ternyata mau razia ya," ujar Nuraida yang saat itu juga terlihat bingung dan kaget ketika kelas mereka dimasuki petugas.

Meski telah mendapat pemberitahuan tetap saja mereka masih terlihat tegang saat satu per satu tas sekolah, dompet, meja, dan bahkan helm yang sengaja dibawa masuk ke dalam kelas diperiksa secara teliti oleh petugas Poltabes Banjarmasin dan Polsekta Banjar Barat.

Melihat suasana tegang itu, petugas berusaha mencairkan dengan sedikit memberikan guyonan. Apalagi, dalam pemeriksaan yang dilakukan pada ratusan siswa di 15 kelas berbeda dari kelas I hingga kelas III ini, ternyata tak ada menemukan satupun benda terlarang, sehingga semua siswa akhirnya kembali bisa dengan tenang melanjutkan proses belajar mereka.

Razia itu merupakan keinginan dari sekolah bernuansa islami yang terletak di Jl S Parman, Banjarmasin Barat, untuk mengantisipasi masuknya benda terlarang yang bisa mencoreng nama baik sekolah. Terlebih lagi, tiga hari silam pihak sekolah menemukan empat siswa yang baru saja menenggak minuman keras sehingga Kepala Sekolah Drs Sujoyo Sujianto langsung menindaklanjutinya dengan meminta kepolisian melakukan pemeriksaan barang-barang milik siswa.

"Awalnya kita mendapat informasi ada yang bawa miras, ternyata setelah diperiksa empat orang siswa itu mulutnya bau minuman keras. Makanya untuk antisipasi kita langsung minta dilakukan razia," ujar Drs Sujoyo.

Modus masuknya minuman itu diduga dari murid sebelumnya yang juga bersekolah di situ, dengan cara dimasukkan ke dalam botol air mineral. "Jadi kita tak ingin kejadian seperti itu terus berkembang. Karena itulah biar ada efek kita meminta langsung kepolisian melakukan pemeriksaan," ujar kepala sekolah.

Ipda Fadilansyah yang memimpin razia membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap para murid SMK Mumammadiyah I ini didasari atas permintaan sekolah yang tak ingin sekolah mereka disusupi narkoba maupun miras. (dny)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau