Fadel Mohammad Korban Konspirasi Politik di Golkar

Kompas.com - 22/08/2008, 14:01 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, JUMAT — Fadel Mohammad sependapat bahwa ada konspirasi politik di Partai Golkar untuk mencoret namanya dari daftar calon legislatif (caleg). Pendapat itu juga dikemukakan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung.

"Pak Akbar mengatakan di media massa bahwa ada konspirasi politik sehingga nama saya tidak diizinkan. Mungkin ada benarnya pendapat beliau (Akbar) karena dia tahu hal-hal itu dan kita tidak tahu. Makanya, untuk melihat kebenarannya, selama dua hari di Jakarta saya akan melihat siapa nama-nama yang dicoret dengan berbagai alasan yang mereka buat," ujar Gubernur Gorontalo itu seusai mengikuti pidato kenegaraan Presiden RI di DPD, Jakarta, Jumat (22/8).

Namun begitu, Fadel menyatakan akan tetap bertahan dan berjuang untuk kemenangan Golkar pada Pemilu 2009 di Provinsi Gorontalo. Dia membantah telah "main mata" dengan sejumlah partai politik, tetapi mengaku ada partai yang telah melamarnya. Saat peluncuran bukunya di Bentara Budaya Jakarta beberapa waktu lalu, Sekjen PDI-P Pramono Anung secara terbuka menyatakan Fadel adalah salah satu calon yang dibidik untuk mendampingi Megawati.

Saat ditanya, apakah ia memang ada niat ikut bersaing dengan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla pada Pemilu 2009, Fadel membantahnya."Tidak demikianlah. Baru mau jadi caleg saja sudah dicoret, apalagi mau ke sana (Cawapres)," katanya sambil tertawa. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau