"Bintang Porno" Gary Glitter Pulang Kampung

Kompas.com - 22/08/2008, 15:08 WIB

LONDON, JUMAT — Rocker asal Inggris, Gary Glitter (64), yang terlibat kasus memalukan dan ditahan di Vietnam akhirnya pulang kampung, setelah dua hari ditolak di berbagai negara.

Rocker gaek bernama asli Paul Francis Gadd itu dibebaskan dari penjara Vietnam, Rabu (20/8). Ia ditahan di Vietnam sejak 2006 karena tertangkap merekam berbagai adegan porno dengan anak-anak di bawah umur.

Selepas pembebasannya, ia mencoba masuk ke Thailand, tapi petugas Imigrasi Thailand menolaknya. Ia kemudian terbang ke Hongkong pada Rabu malam, tapi pejabat imigrasi negara itu juga menolaknya.

Glitter kemudian terbang kembali ke Thailand pada Kamis kemarin, tetapi negeri Gajah Putih itu kembali menolaknya. "Thailand melarang masuk seseorang yang terlibat pada pelecehan seksual anak-anak," kata Kepala Imigrasi Thailand Letjen Chatchawal Suksomchit.

Jumat (22/8) pagi waktu London, sejumlah fotografer berhasil mengambil gambar Glitter saat tiba di Bandara Heathrow dalam kawalan polisi. Ia menumpang Thail Airlines dari Bangkok.

Sebelum ditangkap di Thailand, Glitter pernah dihukum dua bulan di penjara Inggris. Kasusnya bermula ketika ia mereparasi komputernya di sebuah bengkel pada tahun 1997. Ketika itulah karyawan bengkel reparasi mendapati ribuan gambar porno dengan bintang anak-anak. Dua tahun kemudian, pihak berwajib menghukum Glitter empat bulan, tetapi hanya dijalani dua bulan.

Para penikmat musik rock tahun 1970-an mungkin mengenal baik penampilan Glitter yang meloncat-loncat di panggung dengan sepatu silver dan rambut palsu model sasak. Selama kariernya sebagai pemusik, ia telah merekam 18 juta kopi dan menempatkan lagu-lagunya dalam 10 besar lagu terbaik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau