LONDON, JUMAT — Rocker asal Inggris, Gary Glitter (64), yang terlibat kasus memalukan dan ditahan di Vietnam akhirnya pulang kampung, setelah dua hari ditolak di berbagai negara.
Rocker gaek bernama asli Paul Francis Gadd itu dibebaskan dari penjara Vietnam, Rabu (20/8). Ia ditahan di Vietnam sejak 2006 karena tertangkap merekam berbagai adegan porno dengan anak-anak di bawah umur.
Selepas pembebasannya, ia mencoba masuk ke Thailand, tapi petugas Imigrasi Thailand menolaknya. Ia kemudian terbang ke Hongkong pada Rabu malam, tapi pejabat imigrasi negara itu juga menolaknya.
Glitter kemudian terbang kembali ke Thailand pada Kamis kemarin, tetapi negeri Gajah Putih itu kembali menolaknya. "Thailand melarang masuk seseorang yang terlibat pada pelecehan seksual anak-anak," kata Kepala Imigrasi Thailand Letjen Chatchawal Suksomchit.
Jumat (22/8) pagi waktu London, sejumlah fotografer berhasil mengambil gambar Glitter saat tiba di Bandara Heathrow dalam kawalan polisi. Ia menumpang Thail Airlines dari Bangkok.
Sebelum ditangkap di Thailand, Glitter pernah dihukum dua bulan di penjara Inggris. Kasusnya bermula ketika ia mereparasi komputernya di sebuah bengkel pada tahun 1997. Ketika itulah karyawan bengkel reparasi mendapati ribuan gambar porno dengan bintang anak-anak. Dua tahun kemudian, pihak berwajib menghukum Glitter empat bulan, tetapi hanya dijalani dua bulan.
Para penikmat musik rock tahun 1970-an mungkin mengenal baik penampilan Glitter yang meloncat-loncat di panggung dengan sepatu silver dan rambut palsu model sasak. Selama kariernya sebagai pemusik, ia telah merekam 18 juta kopi dan menempatkan lagu-lagunya dalam 10 besar lagu terbaik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang