Manusia Unggul Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban

Kompas.com - 22/08/2008, 16:57 WIB

JAKARTA, JUMAT - Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Namun, tanpa sumber daya manusia yang unggul dan mampu memanfaatkannya dengan baik, maka sumber daya tersebut tidak akan berarti apa-apa bagi kemakmuran rakyat.

Demikian hal ini dikatakan oleh Menteri Luar (Menlu) Negeri Hassan Wirajuda saat meresmikan Program Duta Belia 2008 di Ruang Pancasila, Departemen Luar Negeri, Jakarta, Jumat (22/8). "Maka dari itu, menjadi manusia yang unggul bukanlah pilihan, namun kewajiban bagi kalian," kata Menlu di hadapan 85 Duta Belia 2008.

Ke-85 Duta Belia, yang dibagi menjadi tiga kelompok, mendapat kesempatan mengunjungi tiga di negara di Asia, yaitu Filipina, Jepang, dan Korea Utara, 27 Agustus mendatang secara terpisah. Mereka berkunjung ke negara tersebut guna mempromosikan budaya Indonesia sebagai bagian dari program pemerintah, Visit Indonesia 2008.

Hasan melanjutkan, modal dasar generasi muda Indonesia di tengah era globalisasi adalah kebudayaan. "Kita harus bangga bahwa kita memiliki ribuan pulau yang dihuni ratusan suku. Kita juga memiliki berbagai macam bahasa, tarian, dan musik daerah," terang dia.

Ditambahkan, diplomasi tidak hanya bertumpu kepada kekuatan militer dan ekonomi. "Seringkali, realitas soft power dapat menjadi lebih efektif sebagai media untuk berdiplomasi. Beberapa elemen soft power adalah kebudayaan, gagasan, networking, dan gagasan. Maka dari itu, generasi muda dituntut untuk mengenal dan mencintai budaya Indonesia, sehingga dapat lebih percaya diri untuk terlibat aktif dalam berbagai dinamika internasional," kata Hasan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau