Piala kemerdekaan

Kalah Kelas, Indonesia B Ditekuk Libya 4-1

Kompas.com - 22/08/2008, 23:12 WIB

JAKARTA, JUMAT - Kesebelasan Indonesia U-21 tak kuasa menghadapi tim berperingkat 87 dunia, Libya, pada pertandingan hari kedua Piala Kemerdekaan 2008, Jumat (22/8). Tim Indonesia B ini akhirnya menyerah dengan skor telak 4-1 (1-0).

Sempat memberi perlawanan di 20 menit pertama, tim muda "Merah Putih" gagal membendung serangan bertubi-tubi dari Libya yang juga diperkuat oleh pemain-pemain mudanya. Hasilnya langsung terlihat di menit ke-32 ketika sebuah serangan dari sayap kiri tak dapat diantisipasi pasukan Bambang Nurdiansyah. Defender Mouad Mohamed justru berhasil menusuk ke depan gawang dan menyambut bola untuk menaklukkan kiper Kurnia Weiga Hermansyah.

Setelah itu, Libya terus menekan dan menguasai lini tengah. Lima menit menjelang jeda, Abdalla Mohamed hampir saja mencetak gol kedua untuk timnya. Striker tersebut berhasil melewati Kurnia dan langsung melepas tembakan ke arah gawang yang ditinggalkan kiper. Untungnya, kapten Achmad Juriyanto datang pada waktu yang tepat dan mengusir si kulit bulat sebelum masuk ke gawang.

Kondisi tidak berubah di awal babak kedua. Indonesia bahkan harus kebobolan untuk kedua kali pada menit ke-50 akibat gol indah dari Zaghb Anis. Menerima umpan lambung dari sayap kanan, pemain berusia 21 tahun itu melepaskan tendangan voli setinggi lutut ke arah gawang.

Pertandingan itu sendiri sempat dibayangi perselisihan antara Jajang Mulyana dan sejumlah pemain Libya. Jajang yang sebelumnya merasa dikasari ikut campur saat terjadi pelanggaran antara Lucky Wahyu dan Salem Ibrahim.

Buruknya pertahanan Indonesia dalam mengantisipasi serangan dari sayap kembali menuai petaka di menit ke-54. Sebuah serangan yang dibangun dari sayap kiri Libya diakhiri dengan tandukan Allafi Mohamed yang merobek jala Kurnia untuk ketiga kalinya. Indonesia makin terpuruk ketika Ehab Abdalla Elbusefi berhasil menerobos barisan pertahanan Indonesia dua menit menjelang bubar. Ehab kemudian leluasa memerdaya Kurnia dan berbuah gol keempat bagi Libya.

Tuan rumah mendapat gol hiburan melalui penalti di masa injury time. Penalti diberikan setelah Rizki Ramdani dijatuhkan Berrish Abdulaziz di kotak terlarang. Jajang yang bertugas sebagai algojo sukses mengecoh kiper Muhanned Ali yang sudah telanjur bergerak ke kanan.

Secara keseluruhan, Indonesia tidak mampu mengorganisasi permainannya secara baik. Fisik dan kecepatan mereka kalah jauh dibandinKetika terjadi serangan balik dari Libya, pemain tengah sering terlambat membantu benteng pertahanan. Serangan-serangan yang dibangun Jajang juga gagal akibat terperangkap offside.

Meski kalah, tim U-21 ini masih berpeluang ke semifinal. Libya yang kini menempati posisi teratas klasemen Grup A di atas kertas dapat mengalahkan Brunei Darussalam dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin (25/8) malam. Jika Brunei kalah, Indonesia B menjadi runner-up dan berhak ke semifinal untuk menantang pemenang antara Indonesia A dan Myanmar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau