JAKARTA, JUMAT. Batik termasuk ke dalam warisan budaya tak benda. Artinya, aspek yang dinilai bukanlah pada keindahan fisik batik, melainkan lebih pada makna filosofis di balik batik itu sendiri.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, dalam acara Deklarasi Pembentukan Forum Masyarakat Batik Indonesia (Forum Masbatik), Jumat (22/8) di Jakarta. Aburizal hadir sebagai salah satu wakil pemerintah yang ikut menandatangani Pembentukan Forum Masbatik.
Forum Masbatik merupakan sebuah wadah komunikasi dan kerjasama antara lembaga pemerintah, non pemerintah, serta perseorangan, yang bertindak sebagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam budaya batik di Indonesia. Forum Masbatik diharapkan dapat menjadi koordinator seluruh masyarakat batik di Indonesia. "Generasi penerus bangsa berkewajiban melestarikan batik sebagai warisan budaya tak benda," ujar Aburizal Bakrie.
Aburizal Bakrie menambahkan, ada banyak makna filosofis yang dikandung batik. Batik memiliki fungsi simbolis, mencerminkan status sosial, serta menggambarkan perkembangan sejarah. "Misalnya, hampir sebagian besar upacara adat Indonesia menggunakan batik. Upacaratapak tanah , upacara pernikahan, serta penguburan jenazah selalu menggunakan kain batik," ucap Aburizal Bakrie.
Menurut Konvensi 2003 UNESCO tentang Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda, ada satu kewajiban untuk mendirikan satu atau lebih lembaga yang kompeten untuk melindungi warisan budaya tak benda dengan melibatkan komunitas, kelompok, dan perseorangan. Atas dasar inilah Forum Masbatik dibentuk.
"Salah satu tujuan pembentukan Forum Masbatik adalah untuk mewakili keinginan dan niat bersama lembaga pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat, yayasan, paguyuban, kelompok, serta perseorangan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya tak benda, dalam hal ini adalah batik," ujar salah satu wakil Forum Masbatik, Sutrisno.
M14-08
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang