Rp 188,99 Miliar untuk Beli Kendaraan KPU

Kompas.com - 23/08/2008, 09:29 WIB

JAKARTA, SABTU — KPU menganggarkan dana minimal Rp 188,99 miliar untuk pengadaan mobil dan sepeda motor bagi KPU di seluruh Indonesia. Rencana ini ditentang kelompok masyarakat madani karena dinilai hanya memboroskan anggaran.

Kepala Biro Logistik Sekretariat Jenderal KPU Dalail di Jakarta, Jumat (22/8), menjelaskan, tujuh anggota KPU Pusat masing-masing mendapatkan sebuah mobil dengan spesifikasi mesin 1.800-2.500 cc. Harga setiap mobil dianggarkan Rp 300 juta. Selain mobil, KPU pusat juga mendapat jatah 20 sepeda motor operasional seharga Rp 16 juta per unit.

Setiap KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota mendapat jatah mobil berspesifikasi mesin 1.300-1.500 cc dengan harga Rp 150 juta. KPU provinsi mendapat satu mobil dan KPU kabupaten/kota mendapatkan dua mobil. Untuk sepeda motor, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota maisng-masing mendapat lima unit dengan harga per unit Rp 16 juta. "Mobil lama anggota KPU untuk kepala biro dan wakil kepala biro KPU," kata Dalail.

Pengadaan mobil dan sepeda motor itu dilakukan September nanti. Selanjutnya KPU melakukan tender pengadaan kertas surat suara, kotak suara, dan tinta serta teknologi informasi bagi KPU. Pengadaan mobil dan motor bisa ditunda hingga November 2008 karena tak mendesak. "Anggaran pengadaan mobil dan motor sudah disetujui DPR. Pencairan anggarannya baru dilakukan setelah proses tender dijalankan," katanya.

Secara terpisah, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Jakarta Raya Said Salahudin minta KPU membatalkan dana pengadaan mobil. Pembelian mobil bukan menjadi persoalan penting dan mendesak dalam pelaksanaan pemilu. KPU seharusnya lebih meningkatkan kinerjanya, bukan membuat anggaran yang tidak perlu.

Jika tetap menginginkan pembelian mobil, sebaiknya KPU mengadakan audit terhadap kondisi dan kebutuhan kendaraan operasional yang ada, termasuk di KPU daerah. (MZW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau