Jakarta, kompas - Pada saat mata dunia tertuju kepada Tine Rasmussen (Denmark) yang dinilai bisa meruntuhkan dominasi tunggal putri China di olimpiade, pemain Indonesia, Maria Kristin, memberikan kejutan dengan meraih perunggu. Prestasi Maria diharapkan bisa menjadi contoh bagi tunggal putri Indonesia lainnya.
”Maria bisa menjadi contoh bahwa tunggal putri Indonesia bisa berprestasi. Kalau mau bekerja keras, pemain lain bisa seperti Maria,” kata Susy Susanti, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.
Susy mengatakan hal itu seusai acara peluncuran kembali produk olahraga Alan Susy Technology (Astec) di Jakarta, Sabtu (23/8). Selain Susy, hadir pula Alan Budikusuma, Presiden Direktur Astec, yang juga meraih emas di Olimpiade Barcelona 1992.
Susy mengatakan, masa pencapaian puncak prestasi setiap atlet berbeda-beda. Jadi, sulit untuk memprediksi kapan pemain tunggal putri lainnya, seperti Adriyanti Firdasari atau Pia Zebadiah, akan tiba pada masa pencapaian prestasi terbaik mereka.
”Yang penting, komunikasi antara pelatih dan pemain ditingkatkan. Selain itu, pemain harus memiliki target dan tahu apa kekurangan mereka. Begitu juga dengan pelatih, mau mendengar masukan dari pihak lain jika ada kekurangan,” kata Susy, mengomentari tentang beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelatnas tunggal putri saat ini.
Sponsori pemain pelatnas
Sementara itu, Astec yang sudah dikenal sejak 2003 menargetkan bisa menjadi sponsor bagi pemain pelatnas. Susy dan Alan mengatakan, setelah menyumbangkan prestasi semasa menjadi pemain, kini mereka ingin membantu dengan mengikat kontrak beberapa pemain.
”Akan tetapi, hal itu hanya bisa dilakukan jika PB PBSI membuka pintu untuk masuknya sponsor lain, bukan sponsor tunggal seperti sekarang. Selain memakai produk bangsa sendiri, tingkat kesejahteraan atlet juga bisa meningkat jika mereka memiliki sponsor sendiri-sendiri,” kata Alan, yang produknya akan merambah pasar China mulai tahun ini. (iya)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang