Bulu tangkis

Maria Harus Menjadi Contoh Pemain Lain

Kompas.com - 24/08/2008, 00:48 WIB

 

 

Jakarta, kompas - Pada saat mata dunia tertuju kepada Tine Rasmussen (Denmark) yang dinilai bisa meruntuhkan dominasi tunggal putri China di olimpiade, pemain Indonesia, Maria Kristin, memberikan kejutan dengan meraih perunggu. Prestasi Maria diharapkan bisa menjadi contoh bagi tunggal putri Indonesia lainnya.

”Maria bisa menjadi contoh bahwa tunggal putri Indonesia bisa berprestasi. Kalau mau bekerja keras, pemain lain bisa seperti Maria,” kata Susy Susanti, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

Susy mengatakan hal itu seusai acara peluncuran kembali produk olahraga Alan Susy Technology (Astec) di Jakarta, Sabtu (23/8). Selain Susy, hadir pula Alan Budikusuma, Presiden Direktur Astec, yang juga meraih emas di Olimpiade Barcelona 1992.

Susy mengatakan, masa pencapaian puncak prestasi setiap atlet berbeda-beda. Jadi, sulit untuk memprediksi kapan pemain tunggal putri lainnya, seperti Adriyanti Firdasari atau Pia Zebadiah, akan tiba pada masa pencapaian prestasi terbaik mereka.

”Yang penting, komunikasi antara pelatih dan pemain ditingkatkan. Selain itu, pemain harus memiliki target dan tahu apa kekurangan mereka. Begitu juga dengan pelatih, mau mendengar masukan dari pihak lain jika ada kekurangan,” kata Susy, mengomentari tentang beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelatnas tunggal putri saat ini.

Sponsori pemain pelatnas

Sementara itu, Astec yang sudah dikenal sejak 2003 menargetkan bisa menjadi sponsor bagi pemain pelatnas. Susy dan Alan mengatakan, setelah menyumbangkan prestasi semasa menjadi pemain, kini mereka ingin membantu dengan mengikat kontrak beberapa pemain.

”Akan tetapi, hal itu hanya bisa dilakukan jika PB PBSI membuka pintu untuk masuknya sponsor lain, bukan sponsor tunggal seperti sekarang. Selain memakai produk bangsa sendiri, tingkat kesejahteraan atlet juga bisa meningkat jika mereka memiliki sponsor sendiri-sendiri,” kata Alan, yang produknya akan merambah pasar China mulai tahun ini. (iya)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau