KUALA LUMPUR, MINGGU - Pemerintah Malaysia, Sabtu (23/8), menurunkan harga eceran bahan bakar minyak (BBM) sebesar 5,6 persen untuk membantu menekan peningkatan inflasi. Harga bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ditetapkan 2,55 ringgit (0,77 dollar AS) per liter, turun dari 2,70 ringgit. Sedangkan harga solar diturunkan dari 2,58 ringgit menjadi 2,50 ringgit per liter.
Menurut Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, langkah tersebut akan membantu menekan laju inflasi yang naik ke posisi tertinggi dalam satu dekade 8,5 persen pada Juli. "Pemerintah berharap penurunan harga bensin dan solar tersebut akan membantu meringankan konsumen termasuk mengurangi tekanan inflasi," kata Abdullah dalam sebuah pernyataannya.
Menurutnya dengan penurunan harga BBM tersebut, pemerintah memberikan subsidi 30 sen (0,3 ringgit atau 0,09 dolar AS) per liter untuk bensin dan 50 sen untuk solar. Pengumuman penurunan harga BBM tersebut mengejutkan, karena Abdullah bar-baru ini mengatakan bahwa harga BBM di SPBU akan diturunkan pada akhir bulan, dan hanya jika harga minyak mentah global terus menurun.
Pada Juni 2008, pemerintah Malaysia menaikan harga bensin hingga 41 persen dan solar mencapai 63 persen yang bertujuan untuk mengurangi tagihan subsidi yang membesar, akibat melambungnya harga minyak mentah dunia. Meski naik, harga BBM di Malaysia masih yang terendah di kawasan Asia Tenggara.
Penurunan harga BBM akhir pekan ini dilakukan jelang pemilihan parlemen pada Selasa dimana partai koalisi Abdullah yang berkuasa menghadapi oposisi pimpinan Anwar Ibrahim, yang diperkirakan akan dimenangkan Anwar dengan mudah. Aliansi oposisi tiga partai Anwar membuat kemenangan utama pada pemilihan umum 8 Maret dengan memenagkan 82 kursi dari 222 kursi di parlemen mengambil kendali lima dari 13 negara bagian Malaysia. Anwar telah mengklaim oposisi siap mengambilalih pemerintahan pada pertengahan September.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang