Tak Mau Lewatkan Finish di Panarukan

Kompas.com - 24/08/2008, 17:49 WIB

PROBOLINGGO, MINGGU - Meski tumbang di etape 10, Surabaya-Probolinggo, tiga anggota termuda Tim Kompas Polygon yaitu Reinold Sarmond, Imam Tajudin, dan Sukrisna tetap berkeinginan tetap dapat melanjutkan etape 11 yang berakhir di Panarukan. Hal ini diungkapkan Sukrisna saat berbincang-bincang di Hotel Bromo View, Probolinggo.

"Besok kita ditinggal aja, gak perlu dikawal. Kita bawa dompet kok tapi pasti sampai di Panarukan," ujarnya.

Cak Kris panggilan akrab Sukrisna mengatakan bahwa mereka tidak sanggup jika harus mengimbangi kecepatan anggota Tim Kompas Polygon lainnya.

"Wah, gila, salut buat mereka, kita enggak sanggup deh kalo harus ngikutin mereka. Lari tiga puluh sampai tiga lima kilometer per jam," tambahnya.

Menurut dia selama mengikuti perjalanan tim sepeda mulai dari Gresik, paling berat jika harus bersepeda di depan rombongan atau di sisi kiri.

"Gua dah tau, pokoknya jangan jalan paling depan atau sebelah kiri anginnya kenceng. Enak jalan di tengah nggak begitu kerasa anginnya," ujar Cak Kris.

Besok Tim Kompas Polygon akan melanjutkan etape 11 atau etape terakhir dari seluruh rangkaian perjalanan dari Anyer hingga Panarukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau