PROBOLINGGO, MINGGU - Meski tumbang di etape 10, Surabaya-Probolinggo, tiga anggota termuda Tim Kompas Polygon yaitu Reinold Sarmond, Imam Tajudin, dan Sukrisna tetap berkeinginan tetap dapat melanjutkan etape 11 yang berakhir di Panarukan. Hal ini diungkapkan Sukrisna saat berbincang-bincang di Hotel Bromo View, Probolinggo.
"Besok kita ditinggal aja, gak perlu dikawal. Kita bawa dompet kok tapi pasti sampai di Panarukan," ujarnya.
Cak Kris panggilan akrab Sukrisna mengatakan bahwa mereka tidak sanggup jika harus mengimbangi kecepatan anggota Tim Kompas Polygon lainnya.
"Wah, gila, salut buat mereka, kita enggak sanggup deh kalo harus ngikutin mereka. Lari tiga puluh sampai tiga lima kilometer per jam," tambahnya.
Menurut dia selama mengikuti perjalanan tim sepeda mulai dari Gresik, paling berat jika harus bersepeda di depan rombongan atau di sisi kiri.
"Gua dah tau, pokoknya jangan jalan paling depan atau sebelah kiri anginnya kenceng. Enak jalan di tengah nggak begitu kerasa anginnya," ujar Cak Kris.
Besok Tim Kompas Polygon akan melanjutkan etape 11 atau etape terakhir dari seluruh rangkaian perjalanan dari Anyer hingga Panarukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang