SELAIN negosiasi yang sukses antara AC Milan dan Chelsea, ada faktor lain yang memperlancar kembalinya Andriy Shevchenko ke AC Milan. Dia tak lain adalah istrinya sendiri, Kristen. Sebab, di Milan, Kristen merasa berada di rumah daripada di London.
Ketika Sheva memutuskan pindah ke Chelsea dengan transfer 30 juta pounds, pengaruh Kristen juga besar. Wanita dari Amerika Serikat itu beralasan agar Sheva dan dua anaknya bisa belajar bahasa Inggris.
Saat itu, banyak suporter Milan yang menyalahkan Kristen sebagai biang kepindahannya ke Chelsea. Namun, setelah Sheva kembali, mereka masih mencintainya.
"Saya bahagia sebab Sheva kembali. Anak-anak dan saya juga sadar bahwa kembali ke Milan sangat membahagiakan. Kami merasa di rumah," kata Kristen.
Minggu (24/8), Sheva dan keluarganya langsung terbang dari London ke Milan. Dia harus menjalani tes kesehatan di Milan Senin (25/8), kemjudian menandatangani kontrak.
Baik Chelsea maupun Milan tidak mau mengungkapkan status transfer Sheva, apakah sekadar dipinjamkan atau dibeli secara permanen. Ini yang memunculkan banyak spekulasi, terutama kemungkinan Milan juga akan menjual Kaka ke Chelsea sebagai bagian dari transfer itu.
Sayangnya, kehadiran Sheva ke Milan tak akan disambut para pemain Milan. Sebab, kebanyakan pemain sedang berada di Spanyol untuk tampil di Gijon Cup lawan Sporting Gijon. (CH4)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang