Tips Merawat Wadah Plastik

Kompas.com - 25/08/2008, 15:41 WIB

Selain harganya relatif murah, wadah plastik juga tak mudah pecah. Bisa untuk menyimpan bumbu dapur, sayuran, atau makanan untuk bekal Si Kecil.

Namun, di balik manfaatnya yang besar, wadah plastik juga ternyata memiliki kelemahan, lho. Terkadang, wadah plastik yang sudah dipakai untuk menyimpan masakan berbubu, akan meninggalkan aroma atau warna bumbu dari kunyit atau cabai. Nah, agar wadah plastik tetap awet, tidak berbau atau bernoda, ada tips untuk merawatnya.

1. NODA. Jika wadah plastik bernoda, cukup rendam di dalam 1 baskom air hangat yang sudah dicampur 1 gelas pemutih, selama 20 menit. Lalu, cuci hingga bersih dengan sabun pencuci piring dan dibasuh air hangat.

2. WARNA. Aneka perabot plastik berwarna seperti mangkuk, gelas, atau piring lama kelamaan biasanya akan pudar warnanya jika sering dicuci. Agar warna plastik tetap cerah dan awet, oleskan minyak kelapa dengan menggunakan kapas ke seluruh permukaan perabot plastik. Lalu, cuci dengan sabun pencuci piring seperti biasa.

3. BAU. Untuk menghilangkan bau makanan pada wadah plastik, taruh saja wadah plastik di dalam freezer atau jemur di bawah terik matahari selama beberapa jam. Cara lainnya, tetesi wadah plastik dengan air perasan jeruk lemon, lalu tutup dan diamkan beberapa lama hingga baunya hilang.

4. KORAN BASAH. Menghilangkan bau pada wadah plastik juga bisa dengan menaruh sobekan koran yang sudah dibasahi. Tutup rapat wadah, simpan di dalam lemari es (freezer). Bau tadi akan terserap koran basah. Esoknya, cuci bersih wadah plastik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau