JAKARTA, SENIN - Seperti tak mau kalah dengan juniornya Soetrisno Bachir, wajah Amien Rais mulai muncul melalui iklan televisinya tepat di HUT ke-63 RI pada 17 Agustus lalu. Kata-kata "Merdeka bukan berarti membiarkan berjuta rakyat menderita" menjadi salah satu rangkaian kata yang mencoba menggambarkan realitas hidup masyarakat Indonesia.
Menjelang Pemilu 2009, wajar jika muncul tanda tanya, apakah mantan Ketua MPR itu akan kembali bertarung di Pilpres 2009? Pada Pemilu 2004 lalu, Amien harus gigit jari bersama Cawapresnya Siswono Yudohusodo dengan peraihan suara yang tak signifikan.
Saat ditanya mengenai hal ini, Amien, seperti halnya beberapa calon lain yang masih malu-malu mengaku, menyerahkannya pada rakyat. "Saya berpikir sederhana. Presiden itu berpulang pada rakyat. Kalau rakyat memerlukan saya, dan saya dianggap mampu untuk memimpin negeri ini, Bismillah.... Saya akan berjuang untuk tidak mengecewakan," kata Amien kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (25/8).
Namun, Amien enggan menjelaskan pesan apa yang ingin disampaikan lewat iklannya. Siapkah Amien bertarung dengan sejumlah nama yang sudah menunjukkan sinyal siap menjari petarung Pilpres 2009? "Saya kan belum jadi Capres. Kalau rakyat tidak memerlukan saya, ngapain saya menawarkan diri atau menyorongkan diri, beriklan, dan lain-lain," ujar Amien menegaskan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang