Elpiji Capai Rp 80.000 per Tabung

Kompas.com - 25/08/2008, 18:20 WIB

MAGELANG, SENIN - Mengikuti kebijakan dari PT Pertamina, harga elpiji di Kota dan Kabupaten Magelang, kembali melambung. Di tingkat pengecer, kenaikan harga elpiji bahkan mencapai Rp 80.000 per tabung.

Mei, salah seorang pengecer di Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, mengatakan, sejak Senin (25/8) kemarin, harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) di tingkat agen naik dari Rp 67.000 menjadi Rp 75.000 per tabung.

"Dengan begitu, harga eceran tabung akhirnya juga saya naikkan dari Rp 70.000 per tabung menjadi Rp 80.000 per tabung," terangnya, Senin kemarin.

Menurut Mei, kenaikan harga elpiji ini dipastikan akan menimbulkan reaksi di masyarakat. Mengacu pada pengalaman sebelumnya, ketika harganya menjadi Rp 70.000 per tabung, penjualan elpiji langsung terhenti karena tidak ada konsumen yang membeli. Kondisi ini berlangsung selama seminggu penuh. "Saya memperkirakan reaksi serupa akan kembali terjadi," terangnya.

Nur Athfal, pengecer elpiji di Kecamatan Secang, mengatakan, pada Senin kemarin, harga elpiji di tingkat agen masih bervariasi. Dia membeli elpiji seharga Rp 76.000 per tabung, namun beberapa rekannya berhasil membeli Rp 75.000 per tabung. "Sementara ini, kami juga belum mendapatkan informasi kapan harga elpiji ini akan stabil," paparnya.

Elpiji yang dibelinya seharga Rp 76.000 per tabung tersebut, kini dijualnya secara eceran seharga Rp 80.000 per tabung. Hingga siang kemarin, reaksi masyarakat belum diketahuinya karena belum ada yang datang untuk membeli elpiji.

Beberapa pengecer lainnya di Kecamatan Secang justru mengaku belum tahu tentang kenaikan harga elpiji. "Hingga siang ini (kemarin siang), saya belum mendapat pasokan elpiji dari agen sehingga menyangkut harga terbaru, saya juga belum tahu," paparnya.

Adi Setyo Nugroho, pegawai di dealer elpiji PT Gatra Lestari Primasindo mengatakan bahwa untuk konsumen rumah tangga, harga elpiji ukuran 12 kg naik dari Rp 68.000 per tabung menjadi Rp 76.000 per tabung. "Namun, untuk agen dan pengecer, elpiji kami jual seharga Rp 74.000 per tabung," ujarnya. Harga elpiji ukuran 50 kg juga naik dari Rp 365.000 per tabung menjadi Rp 385.000 per tabung.

Kenaikan harga ini, menurut dia, belum berdampak pada tingkat permintaan elpiji. Sejauh ini, angka penjualan elpiji ukuran 12 kg masih stabil, berkisar 200 h ingga 250 tabung per hari. Untuk elpiji ukuran 50 kg, angka penjualan mencapai 17 tabung per bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau