Aspirin, Selamatkan Lansia Dari Serangan Jantung

Kompas.com - 25/08/2008, 21:22 WIB

PARA pria dan wanita berusia tertentu seharusnya mengonsumsi aspirin setiap hari untuk mencegah timbulnya serangan jantung. Demikian Jurnal Kesehatan yang terbit di Inggris mengungkap.

Para ilmuwan dari Universitas Nottingham dan Sheffield yang menganalisis hampir dari 12000 pasien  pria dan wanita usia antara 48 hingga 57 tahun mendapatkan manfaat dari konsumsi aspirin.

Serangan jangtung terjadi saat pembuluh darah tersumbat oleh plak. Aspirin inilah yang membuat plak menjadi encer dan membuka jalur pembuluh darah. The British Heart Foundation mengatakan bahwa penelitian lanjut perlu dilakukan sebelum 'paket resep' diberikan.

Sebelumnya hingga saat ini, aspirin telah diresepkan untuk membantu mengobati mereka yag pernah terserang stroke dan jantung. Juga diresepkan jika faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi membuat seorang pasien berisiko tinggi terkena serangan jantung.

Namun sayang, tak banyak orang menjalani perawatan dengan pengobatan seperti ini, kata para peneliti. Banyak orang menyelepekan bahwa merawat orang berusia 50-tahun adalah persoalan mudah. Jadi, tak perlu repot-repot memberi mereka obat.

Sebuah analisa atas 12000 pasien usia antara 30 hinga 75 tahun menunjukkkan bahwa saat usia 47 tahun seorang pria dan saat usia 58 tahun seorang wanita dalam sepuluh tahun risiko terserang jantung mencapai 10 persen. Karena itu mereka layak dirawat dengan pengobatan ini.

Meski beberapa orang mengalami efek samping seperti misalnya gangguan pada lambung keuntungan obat ini lebih besar dibanding efek sampingnya. Karena itu, obat ini tidak cocok untuk mereka yang menderita diabetes atau berisiko tinggi mudah mengalami perdarahan.

Meski pengobatan aspirin terhadap diabetesi (penderita diabetes) tampaknya juga bermanfaat untuk mencegah serangan jantung, penelitian lanjut perlu dilakukan. Dan untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun, keputusan konsumsi obat ini haruslah individual. Ini karena di usia seperti ini, kejadian perdarahan kerap terjadi.

Dr. Iskandar Idris, pemimpin peneliti yang juga dosen senior di Universitas Sheffield mengatakan bahwa konsumsi aspirin secara rutin pada kelompok usia ini (75 ke atas) menjadi pilihan yang dimungkinkan.

Namun dia menambahkan " Keputusan final penggunaan aspirin harus berdasar diskusi dengan dokter ahli."

Dr. Mike Knapton, Direktur Pencegahan dan Perawatan di British Heart Founation mengatakan "Saat ini aspirin direkomendasikan untuk diberikan kepada mereka yang nyata-nyata menderita penyakit kardiovaskular dengan pengawasan medis setelah penilaian risiko dilakukan."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau