JAKARTA, SENIN - Tim nasional Indonesia A menunjukkan keperkasaannya ketika melawan Myanmar di partai terakhir penyisihan Grup B turnamen Piala Kemerdekaan. Pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (25/8), tim besutan Benny Dollo itu menang 4-0.
Arif Suyono menjadi penyumbang gol terbanyak pada laga tersebut. Pemain Arema Malang itu dua kali mengoyak jala Aung Aung Oo, sedangkan sisanya dicetak gol Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas.
Dengan hasil ini, Indonesia A memastikan diri jadi juara Grup A dan akan melawan "adiknya", Indonesia U-21, yang jadi runner-up Grup B pada babak semifinal nanti. Sementara itu, Myanmar yang juga sudah menyegel tiket babak empat besar akan bertemu juara Grup B, yakni Libya U-23.
Sejak peluit kick-off berbunyi, Indonesia A yang pada laga perdana membantai Kamboja 7-0 bermain agresif. Hasilnya, mereka telah unggul 1-0 lewat gol Arif saat usia pertandingan baru enam menit.
Gol tersebut berawal dari umpan silang Isnan Ali yang beroperasi di sektor kiri. Sebenarnya, bola umpan pemain tersebut tak terlalu kencang dan berbahaya.
Namun dua pemain belakang Myanmar tidak tepat menendang bola. Bahkan Thura Aung yang menjadi orang terakhir, tidak mampu menahan bola sehingga Arif yang berdiri bebas tak kesulitan melepaskan tendangan tanpa bisa dihalau kiper Aung Aung Oo.
Unggul 1-0, para pemain Indonesia semakin mendominasi pertandingan dan terus mengendalikan permainan. Menit ke-11, Bambang Pamungkas nyaris menggandakan keunggulan, tetapi bola tendangannya sambil membelakangi gawang melebar di sisi kanan gawang.
Pada menit ke-24, Indonesia A harus kehilangan Fery Rotinsulu karena cedera lutut. Penjaga gawang Sriwijaya FC tersebut diinjak oleh Yan Paing saat berebutan bola di dalam kotak penalti, sehingga dia harus digotong keluar dan digantikan oleh Markus Horison.
Menjelang turun minum, Indonesia A menurunkan tempo permainan. Myanmar yang dibesut pelatih asal Brasil, Marcos Antonio Falopa, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan serangan.
Benar saja, pada menit ke-44 tim yang juga mencukur Kamboja 7-1 di partai perdananya mendapat peluang emas ketika Soe Myat Min tinggal berhadapan dengan Markus. Sayang, bola tendangan kapten Myanmar itu melambung di atas gawang.
Setelah turun minum, semangat para pemain Indonesia A bergelora lagi. Mereka mengawali babak kedua dengan sangat manis karena dalam tempo sembilan menit, dua gol bisa dilesakkan sehingga unggul 3-0.
Pada menit ke-48, Budi yang mencetak empat gol alias quat-trick ketika Indonesia A bantai Kamboja menggandakan keunggulan Indonesia. Striker Persik Kediri tersebut memanfaatkan umpan terobosan Firman Utina.
Dengan kecepatannya, dia menyongsong si kulit bundar yang membelah pertahanan Myanmar sebelum menceploskannya ke gawang. Ini merupakan gol ke-14 Budi selama berkostum timnas dan dia menempatkan dirinya di puncak daftar top skor Piala Kemerdekaan dengan koleksi lima gol.
Unggul 2-0, Indonesia A terus mempertahankan tempo permainan dan mengurung pertahanan Myanmar. Pada menit ke-54, mereka kembali mencetak gol dan kali ini Arif yang kembali memaksa Aung Aung Oo memungut bola dari dalam jalanya.
Pemain Arema Malang tersebut memanfaatkan umpan terobosan Ilham. Setelah menerima bola tersebut, dia langsung melepaskan tendangan keras dan bola yang menyusur tanah itu bersarang di sisi kiri gawang Myanmar.
Pada menit ke-78, Bambang Pamungkas melengkapi pesta kemenangan Indonesia A. Striker Persija tersebut mengakhiri rangkaian kerja sama yang dibangun Erol Iba dan Firman Utina.
Bola yang tak sempurna ditendang Firman setelah menerima umpan tarik Erol dari sektor kiri, mampu dikuasai Bambang. Dengan kaki kirinya, pemain dengan sebutan BP tersebut melesakkan bola yang meluncur deras ke gawang Myanmar.
Skor 4-0 itu bertahan sampai pertandingan usai. Dengan demikian, Indonesia bukan saja memastikan diri jadi juara Grup B, namun mereka mengakhiri paceklik kemenangan atas Myanmar--sejak menang di Piala Tiger tahun 2000, Indonesia tak pernah menang lagi lawan Myanmar. (LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang