Kembali menghuni bangku cadangan

Podolski Mulai Frustrasi Lagi

Kompas.com - 26/08/2008, 01:14 WIB

MUNICH, SENIN - Striker Bayern Muenchen, Lukas Podolski, mulai frustrasi lagi dengan keputusan manajemen klub tersebut. Pasalnya, dia kembali menjadi pemain cadangan pada pertandingan terakhir Bundesliga akhir pekan kemarin.

Padahal sebelumnya, striker muda Jerman tersebut punya harapan besar agar nasibnya berbeda dengan musim lalu. Waktu itu, mantan striker FC Koeln tersebut nyaris selalu menjadi pesakitan alias penghuni setia bangku cadangan.

Saat Bayern mengawali Bundesliga musim 2008/09 ini melawan Hamburg SV, Podolski menunjukkan performa yang bagus. Alhasil, dia mendapat pujian dari pelatih Juergen Klinsmann.

Namun ketika melawan Borussia Dortmund akhir pekan lalu, Podolski kembali menghuni bangku cadangan. Ini yang membuat dia kecewa dan bertanya, sampai kapan dirinya akan seperti itu (jadi cadangan,red).

Melawan Dortmund yang berakhir imbang 1-1, Podolski masuk pada menit ke-77 dan berduet dengan Miroslav Klose. Dia menggantikan Luca Toni yang penampilannya saat itu mengecewakan.

Memang, Podolski tak mengatakan apapun tentang hal tersebut. Namun perilakunya selama dan setelah pertandingan melawan Dortmund memberikan indikasi dia kecewa.

Setelah duel tersebut, Podolski menolak untuk wawancara dengan wartawan. Dia langsung menuju ruang ganti dan menjadi orang pertama yang menuju ke bus rombongan Bayern.

"Setiap pemain yang tidak bermain pasti kecewa. Saya bisa membayangkan hal tersebut," ungkap gelandang Bayern, Bastian Schweinsteiger. 

Tentang mengapa Podolski tidak masuk di dalam starting line-up, hanya Klinsmann yang tahu. Namun mantan pelatih timnas Jerman itu sudah menjamin bahwa Podolski masuk di dalam rencananya untuk musim ini. (GL/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau