Indonesia Butuh 30 Tahun Samai Perekonomian China

Kompas.com - 26/08/2008, 08:29 WIB

JAKARTA,SELASA - Indonesia setidaknya membutuhkan waktu sekitar 30 tahun agar bisa menyamai perekonomian negara raksasa Asia, China. "China telah memulai sekitar 30 tahun lalu untuk bisa mewujudkan perekonomian seperti sekarang ini. Indonesia memang bangsa yang besar tapi diperlukan komitmen yang besar dari Pemerintah untuk memberi ruang kepada pengusaha terutama pengusaha muda menggerakkan perekonomian lebih baik lagi," kata Harry G Harris, Visiting Professor at The University of California and President of HealtCare California and MedSupply dalam diskusi bertema "Globalisasi dan Enterpreunership" bersama HIPMI di Jakarta, Senin (25/8).

Menurut Harris pemerintah harus mengutamakan transparansi dalam pengelolaan negara, pemberantasan korupsi, dan keberpihakan terutama kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Bagi pengusaha perlu ada kelonggaran dalam menjalankan bisnis terutama terkait soal perpajakan agar pengusaha bisa lebih mandiri," katanya.

Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa mengatakan tidak butuh 30 tahun Indonesia bisa menyamai perekonomian China. "Saya kira dalam lima atau 10 tahun ke depan kita sudah bisa menyamai perekonomian China. Kebijakan yang telah dilakukan pemerintah sekarang sudah sangat tepat dan perlu lebih ditegaskan lagi keberpihakan terhadap pengusaha kecil," katanya.

Menurut dia yang terpenting sekarang ini adalah menggerakkan roda perekonomian nasional dengan menumbuhkan jiwa wirausaha. "Pendidikan kewirausahaan penting digalakkan. Kita telah memulai ini dengan bekerjasama dengan kampus  agar mahasiswa diberi pemahaman untuk bisa berwirausaha tak hanya menumpukan hidupnya untuk berebut menjadi pegawai," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau