JAKARTA,SELASA - Indonesia setidaknya membutuhkan waktu sekitar 30 tahun agar bisa menyamai perekonomian negara raksasa Asia, China. "China telah memulai sekitar 30 tahun lalu untuk bisa mewujudkan perekonomian seperti sekarang ini. Indonesia memang bangsa yang besar tapi diperlukan komitmen yang besar dari Pemerintah untuk memberi ruang kepada pengusaha terutama pengusaha muda menggerakkan perekonomian lebih baik lagi," kata Harry G Harris, Visiting Professor at The University of California and President of HealtCare California and MedSupply dalam diskusi bertema "Globalisasi dan Enterpreunership" bersama HIPMI di Jakarta, Senin (25/8).
Menurut Harris pemerintah harus mengutamakan transparansi dalam pengelolaan negara, pemberantasan korupsi, dan keberpihakan terutama kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Bagi pengusaha perlu ada kelonggaran dalam menjalankan bisnis terutama terkait soal perpajakan agar pengusaha bisa lebih mandiri," katanya.
Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa mengatakan tidak butuh 30 tahun Indonesia bisa menyamai perekonomian China. "Saya kira dalam lima atau 10 tahun ke depan kita sudah bisa menyamai perekonomian China. Kebijakan yang telah dilakukan pemerintah sekarang sudah sangat tepat dan perlu lebih ditegaskan lagi keberpihakan terhadap pengusaha kecil," katanya.
Menurut dia yang terpenting sekarang ini adalah menggerakkan roda perekonomian nasional dengan menumbuhkan jiwa wirausaha. "Pendidikan kewirausahaan penting digalakkan. Kita telah memulai ini dengan bekerjasama dengan kampus agar mahasiswa diberi pemahaman untuk bisa berwirausaha tak hanya menumpukan hidupnya untuk berebut menjadi pegawai," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang