Kenaikan Elpiji Tidak Dorong Inflasi, Asal...

Kompas.com - 26/08/2008, 11:20 WIB

JAKARTA, SELASA - Kenaikan harga bahan bakar elpiji sekitar 5-10 persen yang mulai diberlakukan PT Pertamina pada Senin (25/8) diperkirakan tidak akan berdampak signifikan pada laju inflasi bulan Agustus, asalkan ketersediannya di tingkat konsumen bisa dipastikan.

Dekan Fakultas Ekonomi UI Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (26/8), mengatakan, pemerintah harus bisa memastikan pasokan elpiji dan distribusi yang lancar, menyusul kenaikan harga elpiji tersebut. "Tapi target inflasi 11-12 persen pada tahun ini akan tetap bisa tercapai," katanya.
    
Ditanya tentang dampaknya pada daya beli masyarakat, tambahnya, kenaikan harga elpiji seberapapun besarnya jelas akan berpengaruh pada daya beli masyarakat. "Tapi elpiji ini bahan bakar yang lebih efisien dibanding minyak tanah. Artinya konsumen tidak akan terlalu terpengaruh konsumsinya karena adanya efisiensi tersebut," katanya.
    
Sebelumnya, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengungkapkan, jika kenaikan harga elpiji akan ditindaklanjuti dengan kepastian pasokan sehingga tidak mendorong inflasi, terutama pada Agustus ini. "Intinya pada distribusi, jika lancar tidak ada masalah," kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta
    
Sejak Senin kemarin, PT Pertamina menaikkan harga elpiji kemasan 12 kilogram dan 50 kilogram. Elpiji 12 kilogram naik dari Rp 63.000 per tabung menjadi Rp 69.000 per tabung, sedangkan elpiji 50 kilogram dari Rp 343.900 per tabung menjadi Rp 362.750 per tabung.

Padahal sebelumnya, harga elpiji kemasan 12 kilogram telah naik dari Rp 4.250 per kilogram menjadi Rp 5.250 per kilogram pada 1 Juli 2008.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau