Agung Laksono: Tawaran Koalisi Bukan Berarti Deal

Kompas.com - 26/08/2008, 13:57 WIB

JAKARTA, SELASA - Tawaran koalisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ditanggapi biasa saja oleh Wakil Ketua DPP Golkar Agung Laksono. Agung mengatakan tawaran koalisi itu sah-sah saja pada masa-masa awal kampanye saat ini namun belum tentu deal langsung terjadi.

"Tawaran sah-sah saja, terima kasih. Tapi forum itu bukan forum yang menentukan. Forum itu bukan forum untuk ambil keputusan yang strategis. Itu kewenangan DPP, tapi sebagai masukan bisa saja," ujar Agung di Jakarta, Selasa (26/8).

Agung tak menutup kemungkinan bahwa Golkar akan berkoalisi dengan partai lain, termasuk PDI-P. Namun, Agung mengatakan koalisi tidak akan dimulai dari sekarang, melainkan setelah pemilu legislatif.

Menurutnya, sulit untuk membicarakan tentang koalisi sebelum pemilu legislatif. Karena masa pra pemilu legislatif, partai sedang sibuk membentuk peta politik baru 2009. Dengan demikian, menurut Agung, arah koalisi harusnya ke pilpres.

Mengenai indikasi tidak satu suaranya Golkar mengenai koalisi, Agung berargumentasi bahwa gagasan koalisi bersifat dinamis. "Tapi gagasannya positif paling tidak ada kondisi batiniah yang kondusif. Ada iklim yang membangun silatuhmi dalam pemilu supaya tidak terlalu panas suhu politik," tandas Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau