JAKARTA, SELASA - "Masalah gas lagi, gas lagi, bosen aaahh ," kata Puji, seorang ibu muda yang ditemui Kompas.com, Selasa (26/8) siang di rumahnya, sebuah gang sempit di kawasan Cipinang Latihan, RT 14 RW 13, Jakarta Timur.
Puji bukanlah pengguna gas elpiji 12 kilogram yang harganya baru saja merangkak naik. Ia adalah satu diantara jutaan pengguna gas bertabung hijau alias elpiji 3 kg. Tapi, Puji ikut resah saat harga gas elpiji 12 kg naik. Apa pasalnya?
"Waktu naik kemarin (Juli), kita juga ikut repot. Abis, yang pake 12 kilo, ngejernya yang 3 kilo juga. Jadi rebutan lah kasarnya. Yang pake 12 kilo kan pada nyimpen 3 kilo juga," ujar ibu satu anak ini.
Banyaknya konsumen yang lari ke gas elpiji 3 kg pun menyebabkan harga gas bertabung hijau itu ikut naik. Sebelumnya, Puji mengaku membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp15.000. Sejak Juli lalu, pasca kenaikan gas elpiji 12 kg, gas yang dikonsumsinya pun ikut-ikutan naik menjadi Rp16.000 per tabungnya.
Ibu rumah tangga lainnya, Sanny juga mengeluhkan hal yang sama. Sanny, yang semula menggunakan kompor minyak, sejak hampir setahun terakhir beralih ke kompor gas sumbangan pemerintah. Diakuinya, memang lebih hemat. "Tapi kalau akhirnya susah nyarinya, gimana? Minyak enggak ada, gas langka, kita rakyat kecil begini mau apa?," katanya.
Meskipun, diakui Sanny menggunakan gas jauh lebih hemat jika dibandingkan ketika ia menggunakan kompor minyak. Gas elpiji 3 kg bisa bertahan untuk penggunaan sehari-hari selama 2 minggu. "Sebulan saya kira-kira 2 tabung lah. Hemat sih, apalagi minyak tanah kan sekarang mahal. Tapi ya itu, takutnya suka-suka cari gasnya susah. Udah banyak yang pake. Apalagi, yang biasa pake 12 kilo sekarang rame-rame juga stok yang 3 kilo," keluhnya.
Mungkin, keluhan Puji dan Sanny menjadi keluhan klasik dari para ibu. Tapi, keresahan yang wajar ketika himpitan hidup semakin sulit, orang akan berpikir, buat apa mengeluarkan uang yang lebih besar jika ada yang lebih murah? Akibatnya, konsumen elpiji 3 kg pun harus bersiap mendapat banyak 'saingan' untuk mendapatkan si tabung hijau!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang