Laporan Wartawan Kompas Imam Prihadiyoko
JAKARTA, SELASA - Di tengah gemuruh perpolitikan nasional, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir mengingatkan pentingnya kebudayaan bangsa ini.
"Ini saya lakukan karena ada kegalauan terhadap kondisi bangsa saat ini," ujar Soetrisno di Jakarta, Selasa (26/8) dalam Dialog Kebudayaan, Manusia, Budaya dan Indonesia Masa Depan.
Menurut Soetrisno, beberapa waktu mendatang merupakan saat-saat penting bagi Indonesia. Bukan saja karena pada tahun ini Indonesia memperingati seabad kebangkitan nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, serta 10 tahun reformasi. "Pesta demokrasi 2009 akan segera dilangsungkan buat memilih wakil-wakilnya di lembaga legislatif, serta memilih presiden dan wakil presiden," ujarnya.
Menurut Soetrisno, problem terpenting bangsa ini bukan siapa yang akan menjadi presiden, atau siapa yang duduk dikursi legislatif. Tetapi ke mana kepala negara terpilih nanti, akan membawa bangsa Indonesia ke depan. Pertanyaan itulah yang sekarang harus dijawab seluruh bangsa, dan tentu juga oleh pemimpinnya.
"Masalah politik, ekonomi, sosial dan bahkan lingkungan yang dihadapi dunia telah sedemikian kait mengait tanpa terpisahkan. Sekat-sekat antarbangsa telah semakin menipis sebagaimana sekat antarbudaya, bahkan antar disiplin ilmu pengetahuan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang