JAKARTA, SELASA - Rupiah Selasa (26/8) sore, berada di posisi Rp 9.170 per dollar AS. Pelaku masih memburu dollar AS. "Pembelian dollar AS oleh pelaku lokal masih berlanjut terpicu oleh pelaku asing yang masih memburu dollar AS di pasar global, meski volumenya agak berkurang," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, rupiah masih tertekan oleh negatifnya pasar eksternal, akibat merosotnya harga minyak mentah dunia yang mencapai 114 dollar AS lebih dari sebelumnya 120 dollar AS. Hal itu, sebutnya, mengakibatkan pelaku asing memburu dollar AS, sehingga mata uang asing itu di pasar global menguat terhadap mata uang utama Asia lainnya.
Kenaikan dollar AS itu, lanjut dia, juga didukung oleh data penjualan rumah bekas AS pada Juli mengalami kenaikan 3,1 persen.
Dolar AS terhadap euro naik menjadi 1,4751 dari sebelumnya 1,4779 dan terhadap yen menjadi 109,31 yen. "Kami memperkirakan dollar AS masih diburu pelaku pasar lokal, karena penurunan harga minyak mentah dunia masih akan berlanjut," ucapnya.
Rupiah, menurut dia, akan dapat mencapai angka Rp 9.200 per dollar AS pada pekan ini kecuali Bank Indonesia (BI) masuk ke pasar mengantisipasi tekanan negatif itu. "BI akan masuk pasar apabila tekanan pasar terhadap rupiah semakin kuat, namun untuk saat ini diperkirakan hanya melihat situasi pasar lebih lanjut," ucapnya.
Apalagi BI memiliki cadangan devisa yang cukup besar hampir mencapai 60 miliar lebih untuk mengantisipasi tekanan pasar terhadap rupiah. "Kami optimis rupiah akan dapat diantisipasi apabila BI masuk pasar melakukan intervensi untuk mendukung rupiah," katanya.