Rupiah Bertahan di Rp 9.170

Kompas.com - 26/08/2008, 17:24 WIB

JAKARTA, SELASA - Rupiah Selasa (26/8) sore, berada di posisi Rp 9.170 per dollar AS. Pelaku masih memburu dollar AS. "Pembelian dollar AS oleh pelaku lokal masih berlanjut terpicu oleh pelaku asing yang masih memburu dollar AS di pasar global, meski volumenya agak berkurang," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Selasa.
   
Menurut dia, rupiah masih tertekan oleh negatifnya pasar eksternal, akibat merosotnya harga minyak mentah dunia yang mencapai 114 dollar AS lebih dari sebelumnya 120 dollar AS. Hal itu, sebutnya, mengakibatkan pelaku asing memburu dollar AS, sehingga mata uang asing itu di pasar global menguat terhadap mata uang utama Asia lainnya.
   
Kenaikan dollar AS itu, lanjut dia, juga didukung oleh data penjualan rumah bekas AS pada Juli mengalami kenaikan 3,1 persen.
   
Dolar AS terhadap euro naik menjadi 1,4751 dari sebelumnya 1,4779 dan terhadap yen menjadi 109,31 yen. "Kami memperkirakan dollar AS masih diburu pelaku pasar lokal, karena penurunan harga minyak mentah dunia masih akan berlanjut," ucapnya.
   
Rupiah, menurut dia, akan dapat mencapai angka Rp 9.200 per dollar AS pada pekan ini kecuali Bank Indonesia (BI) masuk ke pasar mengantisipasi tekanan negatif itu. "BI akan masuk pasar apabila tekanan pasar terhadap rupiah semakin kuat, namun untuk saat ini diperkirakan hanya melihat situasi pasar lebih lanjut," ucapnya.
   
Apalagi BI memiliki cadangan devisa yang cukup besar hampir mencapai 60 miliar lebih untuk mengantisipasi tekanan pasar terhadap rupiah. "Kami optimis rupiah akan dapat diantisipasi apabila BI masuk pasar melakukan intervensi untuk mendukung rupiah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau