Elpiji Sulit, Mitan Yang Diincar

Kompas.com - 26/08/2008, 17:34 WIB

SAMARINDA, SELASA - Elpiji 12 kilogram agak sulit didapat di Samarinda, Kalimantan Timur. Padahal harganya naik sejak Senin (25/8) dari Rp 63 ribu jadi Rp 69 ribu tiap tabung. Meskipun ada, pengecer menjualnya hingga Rp 100 ribu tiap tabung sehingga memicu maraknya pemakaian minyak tanah.

Penjualan minyak tanah naik dua kali lipat, kata Murzani Masdi, pemilik Toko Harapan yang menjual elpiji, minyak tanah, dan minyak pelumas kendaraan, Selasa (26/8). Toko menjual 2.000 liter (10 drum) minyak tanah tiap hari sejak Senin atau pemberlakuan harga baru elpiji. Sebelumnya minyak tanah yang terjual 1.000 liter tiap hari.

Elpiji dijual Rp 100 ribu tiap tabung di toko pengecer itu. Pasokan datang dari sub-agen 20-30 tabung dua atau tiga kali seminggu. Harga dari sub-agen Rp 85 ribu hingga Rp 95 ribu tiap tabung. Harga dari agen Rp 69 ribu tiap tabung.

Tiga hari ini belum terjadi antrean pembelian minyak tanah. Pangkalan dan pengecer mampu memenuhi kebutuhan tiap hari keluarga. Pasokan dari PT Pertamina (Persero) lancar.

"Kami terpaksa kembali memakai minyak tanah sebab elpiji sulit didapat," kata Supriyadi, seorang warga. Padahal biaya pemakaian minyak tanah relatif setara dengan membeli gas dalam tabung bercat biru itu.  

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau