SAMARINDA, SELASA - Elpiji 12 kilogram agak sulit didapat di Samarinda, Kalimantan Timur. Padahal harganya naik sejak Senin (25/8) dari Rp 63 ribu jadi Rp 69 ribu tiap tabung. Meskipun ada, pengecer menjualnya hingga Rp 100 ribu tiap tabung sehingga memicu maraknya pemakaian minyak tanah.
Penjualan minyak tanah naik dua kali lipat, kata Murzani Masdi, pemilik Toko Harapan yang menjual elpiji, minyak tanah, dan minyak pelumas kendaraan, Selasa (26/8). Toko menjual 2.000 liter (10 drum) minyak tanah tiap hari sejak Senin atau pemberlakuan harga baru elpiji. Sebelumnya minyak tanah yang terjual 1.000 liter tiap hari.
Elpiji dijual Rp 100 ribu tiap tabung di toko pengecer itu. Pasokan datang dari sub-agen 20-30 tabung dua atau tiga kali seminggu. Harga dari sub-agen Rp 85 ribu hingga Rp 95 ribu tiap tabung. Harga dari agen Rp 69 ribu tiap tabung.
Tiga hari ini belum terjadi antrean pembelian minyak tanah. Pangkalan dan pengecer mampu memenuhi kebutuhan tiap hari keluarga. Pasokan dari PT Pertamina (Persero) lancar.
"Kami terpaksa kembali memakai minyak tanah sebab elpiji sulit didapat," kata Supriyadi, seorang warga. Padahal biaya pemakaian minyak tanah relatif setara dengan membeli gas dalam tabung bercat biru itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang