Senja Kala Pasar Tradisional

Kompas.com - 26/08/2008, 19:17 WIB

JAKARTA, SELASA - Pertumbuhan pasar modern atau "hypermarket" mengancam keberadaan pasar tradisional yang pertumbuhannya terus menurun. Pasar tradisonal alami kekurangan sarana dan prasarana serta pemasok.     

Hal itu terkemuka dalam diskusi terbatas mengenai Penyalahangunaan Posisi Dominan dalam Industri Ritel di Jakarta, Selasa, yang dihadiri Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Iqbal dan Pengamat Ekonomi Fadhil Hasan, Selasa (26/8).
   
Muhammad Iqbal mengatakan persyaratan memasok (trading term) ke pasar modern telah membuat para pemasok enggan atau tidak bisa memasok ke pasar tradisional. Pasalnya, persyaratan memasok antara lain mengharuskan pemasok tidak memberikan harga lebih murah ke pembeli lain. "Dominasi besar ritel modern terhadap pemasok itu memberikan sentimen negatif terhadap perkembangan pasar tradisional," ujarnya.
    
Iqbal khawatir bila kondisi tersebut dibiarkan oleh pemerintah cq Departemen Perdagangan (Depdag), pasar tradisional akan banyak yang tutup. Padahal pasar tradisional sangat dibutuhkan bagi para pemasok baru yang sedang merintis pasar.
    
Menurut survei AC Nielsen pada 2004-2006, pertumbuhan pasar tradisional mengalami penurunan sebesar 8,1 persen karena terdesak oleh pasar modern jumlahnya yang tumbuh mencapai 31,4 persen.
   
Departemen Perdagangan mencatat terdapat 13.450 unit pasar tradisional di seluruh Indonesia yang menjadi tempat berkumpulnya 12,6 juta pedagang.
    
Hal senada dikemukakan Pengamat Ekonomi Fadhil Hasan. Ia mendesak pemerintah segera membuat peraturan yang mendorong tumbuhnya persaingan sehat antara  pasar tradisional dan pasar modern.
   
Ia menilai saat ini penguasaan pasar tradisional masih jauh di bawah pasar modern, sehingga pemerintah perlu membuat undang-undang "trading term" agar para ritel modern dan besar tidak menyalahgunakan posisi dominan mereka.
   
Survei AC Nielsen pada 2004 juga  menyebutkan pangsa pasar pasar modern yang terdiri dari hypermarket, supermarket, minimarket, dan departemen store, rata-rata tumbuh sekitar 16 persen per tahun. Sedangkan, pasar tradisonal hanya tumbuh lima persen per tahun.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau