Cabub Meninggal, Gambar Dicoret

Kompas.com - 26/08/2008, 19:56 WIB

BANDAR LAMPUNG, SELASA- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Utara memutuskan mencoret gambar pasangan calon Zubaidah Hambali-Subhan Effendi dalam kartu suara. Pencoretan karena calon Zubaidah  yang diusung oleh Partai Golkar dinyatakan gugur sebagai peserta pilkada karena  meninggal dunia pada 21 Agustus 2008, atau tepatnya saat kampanye baru berjalan lima hari.

"Hari ini (Selasa) kami sudah menggelar pertemuan dengan enam pasangan calon yang lain, fungsionaris Partai Golkar Lampung Utara, serta dengan panitia pengawas (panwas) Lampung Utara. Hasil pertemuan itu menyepakati, bahwa gambar pasangan Zubaidah-Subhan pada surat suara akan dicoret," ujar Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan dan Logistik KPU Kabupaten Lampung Utara Suheri, Selasa (26/8) yang dihubungi di Kotabumi, Lampung Utara.    

Enam pasangan calon yang lain yang hadir pada pembicaraan itu adalah Syahrul J Bunga Mayang-Azhar Ujang Salim dan Sumanto-Edrin Indra Putra. Keduanya dari jalur perseorangan.

Sementara empat pasangan lainnya diusung oleh partai politik dan gabungan partai politik. Empat pasangan tersebut adalah Bachtiar Basri-Slamet Haryadi yang diusung Koalisi Lampung Utara Bersatu (KLUB), Suhardi-Mardiani Umar yang didukung koalisi PKPB-PKS, Djauhari Thalib-Kyai Ahmad Mujib yang diusung Partai Demokrat, dan pasangan dari PDI-P, Zainal Abidin-Rohimat Aslan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau