Hubungan Tanpa Cinta, Bisakah?

Kompas.com - 27/08/2008, 10:24 WIB

HUBUNGAN platonik, begitulah istilah yang dipakai untuk menggambarkan hubungan antara perempuan dan laki-laki yang tidak melibatkan perasaan dan seks. Just be friend. Namun, apakah bisa perempuan dan laki-laki hanya berteman? Tentu bisa, asal pahami aturan mainnya.

1. Tentukan Perasaan Anda
Lebih dulu tentukan perasaan Anda padanya. Jawablah pertanyaan ini dengan jujur, “Apakah Anda percaya bahwa dia benar-benar hanya asyik dijadikan teman ketimbang pacar?" Berikan alasannya. Jawaban jujur akan memudahkan Anda berteman dengannya. Jika Anda ragu, jangan-jangan Anda bisa jatuh cinta padanya, sebaiknya pikir-pikir lagi menjalin hubungan platonik dengannya.

2. Luruskan Niat
Sejak awal, luruskan niat bahwa hubungan yang terjalin murni persahabatan. Jadi bersikaplah layaknya sahabat. Kunci dari persahabatan adalah kepercayaan. Apa pun yang diceritakan sahabat karena dia telah menganggap Anda bagian dari hidupnya, jangan pernah dibocorkan pada orang lain, termasuk pada teman perempuan. Sekali saja Anda mengkhianati kepercayaannya, dia tak akan mau lagi bersahabat dengan Anda.

3. Bicarakan dengan Pasangan
Jika Anda atau dia telah punya pasangan, bicarakan tentang persahabatan Anda berdua pada mereka. Kenalkan pada pasangan masing-masing. Ajak pasangan ikut bergabung ketika Anda berdua berencana hang out bersama. Yakinkan mereka bahwa hubungan ini murni pertemanan. Hal ini akan meminimalkan cemburu yang mungkin muncul di hati pasangan masing-masing.

4. Bebas Cemburu
Hati-hati bila Anda sudah mulai cemburu jika dia mendekati perempuan yang ditaksirnya atau mulai resah ketika dia mengatakan telah jatuh cinta pada perempuan lain. Karena itu tandanya telah tumbuh cinta di hati Anda. Jangan beri kesempatan cemburu menguasai hati dan pikiran. Toh, Anda juga bisa pergi dengan siapa saja dan kapan saja. Bagaimana jika dia yang cemburu? Ambil sikap tegas dan ingatkan bahwa hubungan Anda dan dia hanya teman, jadi dia tidak berhak cemburu.

5. Awas Nyetrum
Aturan fisik perlu ditegaskan sejak awal karena cukup sensitif. Maklum, terkadang kontak fisik menimbulkan arus listrik dan membangkitkan hormon yang sedang tertidur. Paling aman, hindari semua sentuhan fisik yang mengarah ke hal yang romantis. Misal, memeluk dan memegang tangan. Kalau secara refleks Anda memukul lengannya saat bercanda atau sekadar cium pipi saat dia ulang tahun itu sih sah-sah saja. Tapi, kalau dia mulai menggenggam tangan saat menonton film romantis atau bahkan mengajak ciuman sepulang mengantar Anda, wah itu nanti dulu deh.

6. Jaga Privasi
Jangan intervensi ke dalam masalah sahabat, misal memaksa dia untuk memutuskan kekasihnya. Membuka isi SMS, e-mail, apalagi mengintip isi dompet sahabat, sebaiknya tidak dilakukan. Juga, jangan memberikan saran jika tidak diminta dan mengorek terlalu dalam ‘isi perut’ sahabat.

7. Hadiah Netral
Si Dia berulang tahun dan Anda ingin memberi hadiah? Silakan, tapi pilih yang netral dan tidak membuat dia berprasangka. Memberikan CD dari band favoritnya boleh, tapi tak perlu memberikan kaus lucu dengan sulaman tangan bergambar hati yang Anda kerjakan berminggu-minggu, itu sudah berlebihan.

8. Tahu Kapan Harus berhenti
Jika perasaan Anda sudah tidak normal, selalu membayangkan dia menjadi pendamping Anda, sebaiknya berilah jarak. Atau, jika dia memperlakukan Anda lebih dari sekadar teman dan Anda tidak suka, sebaiknya segera akhiri persahabatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau