Terlalu, Harga Elpiji Tembus Rp 130.000

Kompas.com - 27/08/2008, 11:13 WIB

MANGGAR, RABU — Harga gas elpiji eceran isi 12 kilogram di Pasar Manggar, Kabupaten Belitung Timur, merangkak naik. Jika sebelumnya di tingkat eceran harganya Rp 120.000 per tabung, pascapengumuman kenaikan, Senin (25/8), elpiji langsung melejit menjadi Rp 130.000 per tabung.

Selain itu, kenaikan harga juga dipengaruhi faktor biaya angkutan, mengingat gas elpiji isi 12 kg ini didatangkan dari agen di Palembang. Belitung sendiri belum memiliki agen khusus yang menyuplai kebutuhan gas untuk Belitung.

"Mulai kemarin harga gas elpiji naik sekitar 10 persen sejak pengumuman kenaikan harga gas elpiji oleh Pertamina. Sebelum terjadinya kenaikan, kita jual gas elpiji yang berisi 12 kg per tabung Rp 120.000 per tabung, sekarang sudah Rp 130.000 per tabung. Gas elpiji yang kita jual isinya cukup 12 kg per tabung," kata Pendy Jeffry, pemilik Toko Surya Baru Manggar, penjual elpiji eceran, Rabu (26/8).

Elpiji yang dijual eceran di Manggar tidak hanya berasal dari Pertamina Palembang, tetapi juga dipasok dari Jakarta. Harga gas elpiji yang dipasok dari Jakarta relatif murah. Hanya saja, volumenya tidak sampai 12 kg.

Kebutuhan gas elpiji belakangan ini terus meningkat akibat banyaknya warga yang beralih dari minyak tanah ke elpiji. Dalam waktu satu minggu, gas elpiji yang terjual bisa mencapai sekitar 200 tabung.

"Persediaan gas elpiji isi 12 kg masih cukup banyak. Beberapa hari lagi akan masuk lagi gas elpiji sekitar 1.000 tabung dari agen gas elpiji Pertamina di Palembang. Kalau cuaca normal, pengiriman gas dari Palembang ke sini lancar. Tapi kalau cuaca buruk, ombak besar angin kencang, kadang sering telat masuk ke Belitung. Mudah-mudahan ke depan ini cuaca bagus dan kebutuhan gas untuk menghadapi puasa dan Lebaran dapat terpenuhi," ujarnya.

Warga mengeluh

Kenaikan harga gas elpiji 12 kg ini dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga. Harga gas naik, otomatis pengeluaran keperluan dapur bertambah. Ditambah lagi dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok akibat naiknya harga BBM belakangan ini.

"Sebentar lagi mau puasa, biasanya harga barang naik, apalagi menjelang Lebaran nanti. Sekarang harga gas elpiji juga naik jadi Rp 130.000 per tabung, sebelumnya sekitar Rp 120.000 per tabung. Kalau naik terus mau masak pakai apa lagi, minyak tanah susah, mungkin pakai kayu api kalau tak mampu lagi. Penghasilan suami pas-pasan, pengeluaran setiap bulan terus bertambah," kata Ny Yanti, warga Manggar.

Menurut Yanti, pemakaian gas elpiji isi 12 kg per tabung bisa lebih sampai satu minggu, tergantung keperluan memasak di dapur. Untuk mengimbangi gas, ia kadang masih menggunakan kompor minyak tanah. (Bangka Pos/BEV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau