Drawing aff suzuki cup 2008

Bendol: Hasil Undian Jadi Tantangan Indonesia

Kompas.com - 27/08/2008, 17:44 WIB

JAKARTA, RABU - Hasil drawing AFF Suzuki Cup 2008 yang telah dilakukan pada Rabu (27/8) siang WIB di Jakarta memberikan keuntungan kepada tim nasional Indonesia. Pasalnya, kesebelasan Merah-putih berada di Grup A bersama dengan Singapura selaku juara bertahan dan Myanmar serta runner-up babak kualifikasi.

Bandingkan dengan Grup B. Di sana terdapat tiga raksasa sepakbola Asia Tenggara, yakni Thailand yang akan jadi tuan rumah, Malaysia serta Vietnam. Selain itu, ada juga juara babak kualifikasi yang bisa menjadi kuda hitam.

Meskipun demikian, pelatih timnas, Benny Dollo (Bendol), menilai hasil undian itu justru menjadi tantangan. Jika lengah, maka harapan untuk minimal maju ke semifinal turneman yang akan diselenggarakan mulai 5 Desember hingga 28 Desember 2008 itu bisa pupus.

"Berdasarkan pembagian grup, Indonesia tidak terlalu mudah untuk lolos. Semua itu tergantung persiapan sebelum tampil di putaran final turnamen itu," ungkap mantan pelatih Arema Malang dan Persita Tangerang tersebut.

Karena itu, setelah Ponaryo Astaman dan kawan-kawan masuk training center (TC) pada 3 November nanti, Bendol punya rencana untuk membawa timnya melakukan ujicoba dengan beberapa tim di kawasan Timur Tengah atau China.

"Memang, persiapan-persiapan itu telah dilakukan sejak timnas melakukan ujicoba dengan Borussia Dortmund, Vietnam, Malaysia dan Bayern Muenchen serta sekarang di Piala Kemerdekaan. Namun persiapan itu masih terus berlanjut dengan melakukan ujicoba ke Dubai atau China," ungkap Bendol.

Mengenai kerangka timnas yang akan tampil di Piala AFF, Bendol mengaku belum bisa membeberkan secara keseluruhan karena semuanya tergantung perkembangan dan kesiapan pemain hingga menjelang turnamen. Tetapi dia menjamin, sampai dengan TC nanti sudah ada gambaran 18 orang yang akan mengisi skuad Merah-putih.

"Pemain yang didaftarkan untuk turnamen itu berjumlah 23 orang. Untuk kerangka tim yang berjumlah 18 orang, sudah ada gambaran, meskipun mereka juga masih harus dibandingkan dengan pemain lain selama rentang waktu persiapan ini," jelas pelatih yang dua musim berturut-turut (2005 dan 2006) membawa Arema jadi juara Copa Dji Sam Soe.

Boaz Belum Siap

Sementara itu tentang Boaz Salossa yang belum juga bergabung dengan timnas, Bendol tak banyak berkomentar. Menurutnya, striker Persipura Jayapura tersebut sebenarnya sudah pulih dari cedera, namun mentalnya belum siap.

"Saya mendengar dari Raja Isa (pelatih Persipura,red) bahwa cedera Boaz sudah pulih. Tetapi, dia sendiri yang mengatakan belum siap membela tim nasional. Dia merasa mentalnya belum siap setelah cedera yang membuat dia istirahat sangat lama," ungkap Bendol yang menambahkan, timnya tidak mengalami krisis penjaga gawang.

Ketika Indonesia membekap Myanmar 4-0 di partai penentuan juara Grup B Piala Kemerdekaan, Senin (25/8), Fery Rotinsulu terpaksa digotong keluar lapangan. Penjaga gawang Sriwijaya FC tersebut diinjak striker Myanmar sehingga harus digantikan oleh Markus Horison.

Waktu itu, Fery terlihat sangat kesakitan dan tampaknya cedera parah. Namun Bendol mengatakan bahwa kondisi kiper tersebut sudah baik dan siap tampil lagi. (LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau