BANDUNG, RABU - Kemenangan India dalam Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrophysic II menurut Sekretaris Jenderal IOAA Chatief Kunjaya cukup setimpal. Menurutnya, persiapan India paling bagus dibandingkan negara lain. Selain sistem penyaringan 50.000 anak, India mempunyai tempat penelitian khusus astronomi bernama Homi Baba Center. Dengan persiapan itu, tidak heran semua anggota kontingennya meraih medali dan menjadi juara umum.
Indonesia tidak harus meniru tapi mungkin bisa mengambil pelajaran baik. Dalam waktu dekat Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, menjanjikan pembangunan tempat khusus bagi pelajar untuk mendalami astronomi, katanya, Rabu (27/8) di Bandung.
Dalam acara ini juga diberikan penghargaan khusus Selain menjadi peserta terbaik, Nitin Jain juga terbaik dalam bidang praktek. Unggulan Iran, Seyed Sadra Sadraddini terbaik dalam teori dan peserta paling kreatif. Terbaik dalam bidang data dan analisis adalah Piotr Godlewski asal Polandia. Terbaik observasi diraih Samaporn Tinyanont asal Thailand. Sedangkan pendatang baru paling menjanjikan diberikan pada Myanmar dan gelar tim kehormatan diberikan pada Indonesia B. Meski hanya berlabel sebagai tim tamu, Indonesia B hanya kalah dari India
.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang