Olimpiade Internasional Astronomi, Persiapan India Paling Bagus

Kompas.com - 27/08/2008, 20:56 WIB

BANDUNG, RABU - Kemenangan India dalam Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrophysic II menurut Sekretaris Jenderal IOAA Chatief Kunjaya cukup setimpal. Menurutnya, persiapan India paling bagus dibandingkan negara lain. Selain sistem penyaringan 50.000 anak, India mempunyai tempat penelitian khusus astronomi bernama Homi Baba Center. Dengan persiapan itu, tidak heran semua anggota kontingennya meraih medali dan menjadi juara umum.

Indonesia tidak harus meniru tapi mungkin bisa mengambil pelajaran baik. Dalam waktu dekat Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, menjanjikan pembangunan tempat khusus bagi pelajar untuk mendalami astronomi, katanya, Rabu (27/8) di Bandung.

Dalam acara ini juga diberikan penghargaan khusus Selain menjadi peserta terbaik, Nitin Jain juga terbaik dalam bidang praktek. Unggulan Iran, Seyed Sadra Sadraddini terbaik dalam teori dan peserta paling kreatif. Terbaik dalam bidang data dan analisis adalah Piotr Godlewski asal Polandia. Terbaik observasi diraih Samaporn Tinyanont asal Thailand. Sedangkan pendatang baru paling menjanjikan diberikan pada Myanmar dan gelar tim kehormatan diberikan pada Indonesia B. Meski hanya berlabel sebagai tim tamu, Indonesia B hanya kalah dari India

.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau