Lelang Kerajinan Asmat di Pasar Seni Ancol

Kompas.com - 27/08/2008, 21:10 WIB

JAKARTA, RABU - Bila anda kolektor benda-benda seni atau penggagum karya seni, silahkan berkunjung ke Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Karena mulai tanggal 27-28 Agustus di Pasar Seni, dilaksanakan lelang barang kerajinan hasil karya warga asli Kabupaten Asmat, Papua.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Asmat, Simon Junumpit, lelang kerajinan tersebut bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya asli warga Asmat. "Dengan begini kebudayaan warga Asmat akan dikenal oleh warga Indonesia yang lain. Sebab, yang namanya budaya itu harus terus dilakukan," kata Simon di Jakarta, Rabu (27/8).

Lebih jauh Simon menerangkan, selain pengenalan budaya Asmat kepada masyarakat ada satu misi lain yang diemban warga Asmat yang melakukan lelang di Pasar Seni Ancol. "Tidak hanya pengenalan budaya saja, sebab kita juga ingin menegaskan pada warga negara Indonesia yang lain, bahwa kami masih sebagai bagian dari NKRI," tambahnya.

Barang kerajinan hasil karya warga Asmat yang dilelang diantaranya, cawat, noken sebagai penutup dada yang terbuat dari bulu burung, penghias kepala yang terbuat dari kulit kuskus, gelang dan kalung dari anyaman rotan, ukiran dan patung yang dipahat dari kayu, serta alat musik yang dinamakan tifa.

"Semua barang yang dilelang ini dikerjakan di Kabupaten Asmat," ucap Simon. Pada hari ini, lelang sudah banyak menjual kerajinan hasil karya warga Asmat. Seperti salah ukiran kayu bermotif orang yang sedang bekerja berhasil terjual dengan harga Rp. 300 ribu, ataupun salah satu cawat yang ditebus oleh peserta lelang seharga Rp. 50 ribu.

"Untuk lelang kali ini sengaja kami buat lebih murah dibandingkan dengan lelang yang biasa kami lakukan di Papua. Karena kami tidak terlalu memikirkan keuntungan, tapi nilai persaudaraan dengan sesama warga negara Indonesia lebih penting nilainya," jelasnya.

C11-08

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau