Kereta Sapu Jagat Sudah Dibuat Nyaman Lho...

Kompas.com - 28/08/2008, 06:35 WIB

SAAT ini, PT Industri Kereta Api telah menyelesaikan pembuatan 20 gerbong bagasi. Gerbong ini disiapkan mengangkut penumpang yang tidak bisa terangkut oleh kereta api kelas ekonomi pada arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Desain bagian dalam gerbong diubah supaya penumpang ettap nyaman.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal saat meninjau gerbong bagasi ini di PT Industri Kereta Api (Inka) di Madiun, Rabu (27/8), mengatakan, selama ini penumpang kelas ekonomi yang tidak terangkut kereta api saat arus mudik dan balik Lebaran selalu dinaikkan gerbong bagasi yang kondisinya buruk.

Namun pada arus mudik dan balik Lebaran kali ini, gerbong bagasi yang digunakan mengangkut penumpang dimodifikasi supaya penumpang nyaman berada di dalamnya. "Gerbong bagasi yang biasanya disebut kereta api sapu jagat sekarang diganti menjadi kereta api komunitas," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan, ada empat pintu di gerbong bagasi ini. Gerbong juga dilengkapi dengan kamar mandi. Selain itu, lantai gerbong dilapisi karpet. Saat meninjau gerbong, Jusman meminta agar nantinya ada empat kipas angin dipasang di dalam gerbong supaya penumpang tidak kepan asan.

Hal ini berbeda dengan gerbong bagasi yang sebelumnya selalu digunakan saat Lebaran. Gerbong bagasi hanya terdiri dari dua pintu, lantai gerbong tidak memakai alas, tidak ada kamar mandi, dan tidak ada kipas angin.

Masing-masing gerbong bagasi mampu mengangkut 100-125 penumpang. Nantinya ke-20 gerbong tersebut disiagakan di Jakarta untuk mengangkut penumpang yang tidak terangkut kereta api kelas ekonomi pada arus mudik. Adapun pada arus balik, gerbong bagasi disiagakan di Surabaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau