Cita Tenun Akan Diresmikan Ibu Negara

Kompas.com - 28/08/2008, 07:59 WIB

JAKARTA, KAMIS — Cita Tenun Indonesia akan diresmikan Ibu Ani Bambang Yudhoyono pagi ini, Kamis (28/8) pukul 10.00 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Beberapa perempuan pemerhati budaya direncanakan akan hadir dalam acara peresmian yang bertajuk "Pesona Kharisma Tenun Indonesia" ini. Acara ini menyatukan komitmen untuk melestarikan, mengembangkan, dan memasarkan kerajinan tenun di Indonesia.

Sejumlah kreasi busana tenun karya desainer Indonesia juga akan diperagakan dalam acara peluncuran CTI. Tercatat tujuh nama besar di bidang fashion design yang akan memamerkan karya mereka.

Oscar Lawalata akan membawakan kreasi dan inovasinya terhadap tenun Sulawesi Selatan, Rusly Tjohnardi dengan tenun Kalimantan Barat, Priyo Oktaviano dengan tenun Bali, Denny Wirawan dengan tenun dari Sulawesi Utara, Chossy Latu dengan tenun Palembang, dan Sebastian Gunawan dengan tenun dari Bangka Belitung.

Menurut Ketua Umum CTI Okke Hatta Rajasa, CTI merupakan perkumpulan para pemerhati fashion dan budaya yang berkomitmen untuk melakukan program pembinaan terhadap para perajin tenun di seluruh Indonesia.

Okke dan rekan-rekannya cenderung khawatir mengamati perkembangan tenun asli Indonesia belakangan ini. "Tenun itu salah satu peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah yang tinggi sekali dan hampir di beberapa daerah itu tidak ada pembuatnya. Tenunnya ada, tapi pembuatnya tidak ada," ujar Okke di Jakarta, Rabu (27/8) kemarin.

Selain itu, sering kali perajin di daerah kurang melakukan inovasi, seperti pemakaian benang dan kombinasi warna. Okke berharap, melalui transfer pengetahuan dari sejumlah ahli tenun dan desainer ternama yang mereka rangkul serta konsep pengembangan yang terarah, tenun Indonesia dapat diterima dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan mampu bersaing di dunia internasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau