Kecelakaan Sriwijaya Air di Jambi , Kecelakaan Serius

Kompas.com - 28/08/2008, 08:18 WIB

Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono

JAKARTA, KAMIS- Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo menegaskan bahwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di Jambi, Rabu (27/8) sore kemarin, tergolong kecelakaan serius. "Bila benar mesin pesawat sebelah kanan terlepas, maka kecelakaan itu tergolong serius di dunia penerbangan," kata Dudi, saat dihubungi Kompas, Kamis (28/8) pagi ini.

Biasanya, kecelakaan pesawat saat pendaratan hanya berupa ban pecah atau suspensi rusak. Suspensi rusak terjadi saat Batavia Air mendarat di Pangkalpinang atau Garuda Indonesia pecah ban di Banjarmasin.

Dudi menegaskan, penyebab kecelakaan harus diselidiki terlebih dahulu sebelum menarik kesimpulan. Tetapi, dia mengasumsikan pendaratan pesawat dilakukan dengan keras (hard-landing), sehingga ada sejumlah kerusakan pada badan pesawat, serta pesawat keluar landasan.

Harus pula diselidiki apakah pendaratan dilakukan dengan salah, misalnya nose-wheel (roda depan) dahulu yang menyentuh landasan sehingga patah. "Karena yang benar, pendaratan dilakukan dengan menyentuhkan main-wheel (roda utama) terlebih dahulu," ujar Dudi.

Terkait dengan tipe pesawat yakni Boeing 737-200 yang umumnya berumur tua, Dudi menegaskan tidak ada masalah dengan keselamatan penerbangan, dengan catatan dirawat dengan baik.

Meski demikian, Dudi mengatakan posisi mesin pesawat B737-200 memang lebih rendah dan lebih dekat landasan, dibandingkan posisi mesin pesawat B737-300 dan B737-400. "Saya memperkirakan sayap pesawat itu rusak akibat kecelakaan itu. Hal itu sangat serius walaupun mungkin tidak ada korban jiwa," kata Dudi.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau