NEW YORK, RABU - Rally (kenaikan panjang) dollar AS memudar pada Rabu (27/8) waktu setempat, dan euro balik menguat dari posisi terendah enam bulan di tengah komentar dari anggota dewan Bank Sentral Eropa (ECB) yang memberikan kesan penurunan suku bunga tidak dalam waktu dekat.
Pada 2100 GMT, mata uang tunggal Eropa berada pada 1,4737 dollar, naik dari 1,4653 dollar di New York akhir perdagangan Selasa, ketika euro mencapai posisi terendah sejak Februari. Dollar sedikit berubah terhadap yen pada 109,65 yen dari 109,67 yen.
Chris Lafakis dari Economy.com mengatakan komentar anggota dewan kebijakan moneter Eropa, Axel Weber "menekan dollar" yang berjalan terhadap pasar yang logis bahwa penurunan suku bunga mendatang di Eropa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Weber melihat Bank Sentral Eropa tak perlu menurunkan suku bunga waktu mendatang dan mengatakan ECB akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga ketika ekonomi Eropa menguat lagi pada akhir tahun ini," kata analis.
Hingga sekarang, pasar telah memperkirakan penurunan suku bunga dari ECB dan kenaikan suku bungan dari Federal Reserve AS menjadikan perbedaan suku bunga di antara kedua kawasan tersebut menipis.
Dollar gagal memanfaatkan momentum dari data pesanan barang tahan lama pada Juli yang lebih baik dari perkiraan --naik 1,3 persen terhadap ekspektasi tidak naik. Laporan "menambah optimisme yang baru lahir bahwa ekonomi AS kemungkinan bebalik," kata Samarjit Shankar dari Bank of New York Mmellon.
"Sekalipun, itu masih terlalu dini dan aktivitas dan sentimen indikator masih rapuh untuk terganggu di tengah aliran berita berlanjutnya krisis kredit, sektor perbankan bermasalah dan pasar perumahan yang memburuk."
Dalam perdagangan terakhir di New York, dollar berada pada 1,0965 franc Swiss dari 1,0994 franc pada Selasa. Pound pada 1,8359 dollar turun dari 1,8394 dollar.
Jordan Eburne dari PNC Bank mengatakan sterling melemah "di tengah spekulasi bahwa kemerosotan perumahan nasional dapat mendorong bank sentral menurunkan suku bunganya untuk mencegah pelambatan."
"Besok survei harga rumah akan diumumkan yang diperkirakan akan memperlihatkan harga rumah turun untuk jali kesembilan bulan berturut-turut," kata analis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang