JAKARTA, KAMIS - Malayan Banking Bhd. (Maybank) harus cepat mengambil keputusan. Bank Indonesia (BI) mengingatkan Maybank untuk memastikan jadi atau tidaknya akuisisi mayoritas saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) sebelum September. "Tenggat waktu akuisisi adalah 26 September," tegas Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad, kemarin (27/8).
Tak cuma BI yang menunggu sikap Maybank. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga ingin bank asal Malaysia itu segera membuat keputusan. Sikap Maybank yang menggantung otomatis memperpanjang penghentian perdagangan saham BII di bursa. Sejak bulan lalu, BEI menghentikan perdagangan (suspensi) saham BII karena rencana akuisisi yang tak tentu arah.
Kesimpangsiuran atas sikap Maybank membuat pengelola bursa serba salah memperlakukan saham BII. "Kami inginnya mencabut suspensi perdagangan lebih cepat. Kasihan mereka yang punya saham, karena dananya jadi terpasung," kata Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito (27/8). Di sisi lain, BEI harus menjaga perdagangan saham BII dengan memberlakukan suspensi supaya harga tidak longsor lebih dalam.
Eddy mengaku, kini BEI hanya menunggu jawaban final Maybank. Dengan kepastian itu, dia berharap arah divestasi BII akan semakin jelas. Ketidaktegasan Maybank membuat nasib BII terkatung-katung. Temasuk Holdings harus mencarikan pembeli baru kepemilikannya di BII.
Laba Maybank akan merosot hingga 33 persen
Sekadar mengingatkan, Temasek mau menjual saham BII ke Maybank untuk memenuhi aturan kepemilikan tunggal atawa single presence policy (SPP). Inti aturan SPP adalah melarang kepemilikan mayoritas di lebih dari satu bank mulai akhir 2010.
Tadinya, Maybank akan menjadi pembeli BII. Namun, 29 Juli 2008 lalu bank sentral Malaysia membatalkan izin pembelian saham BII oleh Maybank, yang adalah bank terbesar di Malaysia. Alasannya, ada potensi kerugian dari transaksi saham BU yang dimiliki Temasek, perusahaan milik pemerintah Singapura.
Pembatalan izin ini jelas akan membuat Maybank tekor. Dalam perjanjian jual beli bersyarat, Maybank harus menyetor garansi pembelian senilai 483,8 juta ringgit malysia. Uang ini akan hangus, andai transaksi batal.
Dalam pernyataan tertulis, Chairman Maybank Tan Sri Momed Basir Ahmad, kemarin, menyebutkan Maybank telah mencadangkan kerugian dari kegagalan akuisisi saham BII. Penyisihan kerugian yang disiapkan RM 483,8 juta. "Kebijakan ini merupakan sikap hati-hati Maybank," kata Basir.
Akibat kegagalan transaksi ini, Maybank memperkirakan laba mereka pada triwulan III kelak akan merosot hingga 33 persen. Padahal hingga Juni 2008 Maybank sudah membukukan laba bersih sekitar RM 2,93 miliar atau lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar RM 3,01 miliar. (Sanny Cicilia S, Wahyu TR, Arthur Gideon)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang