JAKARTA, KAMIS - Kenaikan gas LPG bobot 12 kilogram dari Rp63.000 menjadi Rp69.000, atau Rp500/kilo, sejak dua hari lalu menyebabkan konsumen beralih membeli gas LPG bersubsidi bobot 3 kilogram, yang sampai saat ini bertahan di harga Rp13.000. Hal ini menyebabkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram akibat lonjakan permintaan.
Hal tersebut disampaikan oleh beberapa pengecer gas LPG yang ditemui Kompas.com, Kamis (28/8). Harga gas LPG 12 kilogram di pasar saat ini berkisar Rp75.000-Rp80.000, sementara harga gas LPG 3 kilogram hanya Rp15.000. Dengan demikian, dengan uang Rp75.000 (harga gas LPG 12 kilogram), pembeli gas LPG 3 kilogram dapat memperoleh 15 kilogram gas.
Menurut Wicun, pengecer gas di Kuningan, Jakarta Selatan, sejak kenaikan tersebut, ia dapat menjual gas LPG 3 kilogram sebanyak 15 buah. Padahal, sebelum kenaikan, ia hanya dapat menjual sekitar 8 tabung. Namun, Wicun mengaku penjualan gas LPG 12 kilogram relatif stabil.
"Untungnya, saya memasok gas LPG 12 kilogram ke hotel. Jadi kenaikan tidak terlalu berpengaruh," tuturnya.
Hal yang senada diungkapkan oleh Lalan, pengecer gas di Ciputat, Tangerang. Kendati kenaikan terjadi, penjualan gas LPG 3 kilogram dan 12 kilogram relatif stabil karena ia telah memiliki langganan tetap. "Saya memasok gas-gas ke restoran," tuturnya.
Namun, hal yang berlainan terjadi pada Eni Retno, pengecer gas di Blok A, Jakarta Selatan. Menurutnya, pascakenaikan, penjualan gas LPG 12 kilogram anjlok.
"Hampir tidak ada yang beli gas LPG 12 kilogram. Semuanya beralih ke gas LPG 3 kilogram,"tutur Eni.
Ketiga pengecer tersebut mengaku pasokan gas LPG 3 kilogram tersendat. Namun, Wicun mengaku dapat mensiasati hal ini.
"Saya mengambil gas dari dua agen yang berbeda. Pertama yang di Mampang, kedua yang di Kuningan," akunya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang