JAMBI, KAMIS - Manajemen Sriwijaya Air menjamin semua biaya perawatan penumpang maupun keluarga petani yang di rawat RS Asia Medika, Jambi. Mereka adalah korban musibah terperosoknya pesawat jenis Boeing 737-200 dengan nomor register PK-CJG dan nomor penerbangan SJ 062, pada Rabu (27/8), di Bandara Sultan Thaha, Jambi.
"Kami merasa prihatin atas kejadian itu dan semua biaya perawatan, serta biaya hidup dan pendidikan anak keluarga Seno (50), petani yang menjadi korban musibah itu ditanggung Sriwijaya," kata Direktur Utama Sriwijaya Air, Chandra Lie, usai menjenguk korban di RS Asia Medika, Kamis (28/8).
Dalam insiden tersebut, pesawat yang tergelincir terperosok ke kebun sayur dan menabrak tiga orang yang tengah berkebun, masing-masing Seno serta istrinya, Pasri (40) dan anaknya Rahmat Sadikin (4). Kaki kiri dan tangan kanan Seno terpaksa harus diamputasi karena luka remuk yang cukup parah. Sementara Pasri dan Rahmat luka parah dan masih mendapatkan perawatan intensif di RS Asia Medika, Jambi.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, selain tiga korban tersebut, sebanyak 26 orang penumpang dirawat di rumah sakit yang sama karana terluka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang