JAKARTA, KAMIS - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar akan mempertimbangkan untuk merecall Saleh Jasit sebagai anggota DPR yang kini duduk di Komisi VII DPR RI. Keinginan melakukan recall dilanjutkan dengan pergantian antar waktu (PAW) diungkapkan oleh Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Rully Chairul Azwar kepada Persda (28/8).
"Pak Saleh sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Meski ini masih vonis tingkat pertama, masih bisa banding. Namum begitu, DPP Partai Golkar tentunya akan mempertimbangakan untuk melakukan recall kepada pak Saleh. Namun, ini baru pertimbangan saja, belum menjadi sebuah keputusan karena belum dirapatkan," kata Rully.
Rully mengomentari ini terkait vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tipikor kepada Saleh Jasit, 4 tahun penjara. Mantan Gubernur Riau ini dinyatakan bersalah melakukan korupsi sebesar Rp 4,7 miliar dalam pengadaan mobil pemadam kebakaran. Selain hukuman penjara, vonis terhadap Saleh Jasit oleh majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider enam bulan kurungan. Saleh terbebas membayar uang pengganti sebesar Rp 4,7 miliar seperti yang diuntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya.
Rully menjelaskan, DPP tentu akan mempertimbangkan secara masak terhadap masalah yang dialami oleh Saleh Jasit. "Apalagi, yang bersangkutan sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Kami bisa saja beranggapan, vonis 4 tahun ini sudah menjadi dasar untuk melakukan recall terhadap yang bersangkutan, " jelas Rully.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga menjabat Ketua DPR, Agung Laksono kepada para wartawan di DPR menjelaskan, recall yang akan dilakukan terhadap Saleh Jasit hanya tinggal tunggu waktu saja. Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan recall dan pergantian antar waktu itu akan dilakukan.
"Tentu ini sudah menjadi dasar pertimbangan kalau sudah divonis dan akan segera ditindaklanjuti. Atau jangan-jangan malah sudah ada PAW-nya. Saya akan cek lagi," singkat Agung Laksono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang