Golkar Pertimbangkan Recall Saleh Jasit Dari DPR

Kompas.com - 28/08/2008, 21:33 WIB

JAKARTA, KAMIS - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar akan mempertimbangkan untuk merecall Saleh Jasit sebagai anggota DPR yang kini duduk di Komisi VII DPR RI. Keinginan melakukan recall dilanjutkan dengan pergantian antar waktu (PAW) diungkapkan oleh Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Rully Chairul Azwar kepada Persda (28/8).

"Pak Saleh sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Meski ini masih vonis tingkat pertama, masih bisa banding. Namum begitu, DPP Partai Golkar tentunya akan mempertimbangakan untuk melakukan recall kepada pak Saleh. Namun, ini baru pertimbangan saja, belum menjadi sebuah keputusan karena belum dirapatkan," kata Rully.

Rully mengomentari ini terkait vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tipikor kepada Saleh Jasit, 4 tahun penjara. Mantan Gubernur Riau ini dinyatakan bersalah melakukan korupsi sebesar Rp 4,7 miliar dalam pengadaan mobil pemadam kebakaran. Selain hukuman penjara, vonis terhadap Saleh Jasit oleh majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider enam bulan kurungan. Saleh terbebas membayar uang pengganti sebesar Rp 4,7 miliar seperti yang diuntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya.

Rully menjelaskan, DPP tentu akan mempertimbangkan secara masak terhadap masalah yang dialami oleh Saleh Jasit. "Apalagi, yang bersangkutan sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Kami bisa saja beranggapan, vonis 4 tahun ini sudah menjadi dasar untuk melakukan recall terhadap yang bersangkutan, " jelas Rully.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga menjabat Ketua DPR, Agung Laksono kepada para wartawan di DPR menjelaskan, recall yang akan dilakukan terhadap Saleh Jasit hanya tinggal tunggu waktu saja. Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan recall dan pergantian antar waktu itu akan dilakukan.

"Tentu ini sudah menjadi dasar pertimbangan kalau sudah divonis dan akan segera ditindaklanjuti. Atau jangan-jangan malah sudah ada PAW-nya. Saya akan cek lagi," singkat Agung Laksono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau