NEW YORK, KAMIS - Peraih medali perak tunggal putri Olimpiade Beijing, Dinara Safina melaju ke babak ketiga turnamen tenis grand slam Amerika Terbuka, Kamis (28/8). Namun, kakaknya, Marat Safin justru dikenai denda akibat kecaman terhadap wasit.
Safina lolos ke babak ketiga setelah menundukkan petenis Italia, Roberta Vinci dengan 6-4, 6-3 di Arthur Ashe Stadium. Petenis peringkat tujuh dunia itu sempat kehilangan konsentrasi dan kerap melakukan kesalahan saat unggul 3-0 di set pertama sehingga lawan mampu mengejar ketinggalan.
Dengan mengandalkan servis keras dan groundstroke akurat, petenis Rusia itu akhirnya menyudahi set kedua dalam waktu 80 menit. Di babak selanjutnya, ia akan ditantang petenis Swiss, Timea Bacsinszky.
Sementara itu, di tunggal putra, Safin yang lebih tua enam tahun dari Safina, harus menerima hukuman denda sebesar US$2.000 atau senilai Rp18,4 juta yang dijatuhkan oleh federasi tenis internasional atau IFF, Kamis.
Hukuman tersebut diberikan menyusul tindakan tidak sportif yang dilakukan Safin saat mengalahkan Vince Spadea di babak pertama, Selasa (26/8). Emosi Safin meledak setelah wasit Carlos Bernades menyatakan bahwa kaki belakang Safin melebihi batas tengah lapangan saat melayangkan servis kedua pada game ke-10 set keempat.
"Itu keputusan yang bodoh yang pernah diperbuat. Bagaiman mungkin seorang berkacamata bisa melihat kesalahan kaki dari jarak 35 meter?" umpat Safin usai pertandingan tersebut.
Akibat keputusan itu, Spadea memperoleh set point dan Safin sempat menolak bermain untuk beberapa menit lamanya. Safin akhirnya memenangkan pertandingan itu melalui permainan lima set dan berhak maju ke babak kedua. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang