Wapres: Kenaikan Elpiji Tak Ancam Konversi

Kompas.com - 29/08/2008, 16:59 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

BANDUNG, JUMAT - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menegaskan kenaikan harga gas elpiji tidak akan mengancam program konversi minyak tanah yang dijalankan pemerintah sekarang ini. Sebab, kalaupun terjadi pengalihan konsumsi gas elpiji dari tabung 12 kilo ke tabung 3 kilo, kebutuhannya akan tetap terpenuhi.

"Saya sudah minta supaya berapapun kebutuhan orang akan tabung 3 kilo tersebut, Pertamina harus memenuhinya agar tidak terjadi kelangkaan. Jadi, tidak akan mengancam (konversi)," tandas Wapres Kall menjawab pers, seusai mendengarkan paparan dan meninjau lokasi pabrik PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8) siang.

Pers sebelumnya menanyakan apakah kenaikan harga gas elpiji pekan lalu dapat mengancam program konversi minyak tanah ke gas? Seperti dikhawatirkan, masyarakat yang sebenarnya mampu menggunakan tabung gas elpiji 12 kilo beralih ke tabung 3 kilo. Padahal tabung 3 kilo diperuntukan bagi rumah tangga miskin.

Dalam kunjungan kerja sehari itu, Wapres Kalla didampingi sejumlah menteri kabinet seperti Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Sekjen Departemen Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang mewakili Menteri Pertahanan Juwono Soedarsono, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo dan Direktur Utama Pindad Adik A Soedarsono. Hadir pula Seswapres Tursandi Alwi, Sesmeneg BUMN Said Didu dan Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sofyan Basir serta Dirut PT Krakatau Steel Aswar Bujang.

Menurut Wapres Kalla, tabung yang 3 kilo untuk masyarakat bawah. Adapun tabung yang 12 kilo untuk masyarakat yang mampu. "Akan tetapi, meskipun naik, selisihnya tidak besar, yaitu sekitar Rp 1.500 kenaikannya antara tabung yang 12 kilo dengan tabung yang 3 kilo," tambah Wapres Kalla. Program konversi minyak tanah ke gas bagi kalangan rumah tangga tidak mampu dijalankan pemerintah sejak tahun lalu sebagai upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang ditanggung besar subsidinya oleh pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau