Menjelajah Kenikmatan Kuliner di Pantai Bandung

Kompas.com - 29/08/2008, 17:25 WIB

Bandung yang diapit perbukitan tak cuma menjual suasana pegunungan, tapi bisa juga romantisme pantai. Hmm... sungguh luar biasa. Anda bisa menjelajah pantai di tengah-tengah pegunungan sambil melahap aneka makanan lezat.

Untuk merasakan suasana pantai, kita bisa langsung meluncur ke Rumah Makan Kelapa Lagoon yang ada di Jalan Sumatera. Lokasi tempat makan ini berada di tengah kota Bandung. Resto ini terasa yang lapang karena memiliki halaman dan tempat parkir yang luas. Kelapa Lagoon adalah rumah makan sunda paling luas di Bandung. Rumah makan ini buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB setiap hari.

Begitu masuk tempat parkirnya saja, Anda bakal menemukan suasana khas pantai. Puluhan pohon nyiur dan palem melingkari saung-saung untuk tempat makan. "Kelapa Lagoon hang satu-satunya rumah makan yang bernuansa Pantai di Bandung," kata Supervisor Kelapa Lagoon Risdianto Cahyadi.

Maklum, kalau cuma jual makanan, ada seabrek rumah makan yang menghidangkan aneka makanan lezat di Bandung. Makanya, manajemen Kelapa Lagoon ingin menyajikan suasana unik. Orang yang sedang rindu suasana pantai tak perlu meninggalkan Kota Bandung. Cukup datang saja ke Kelapa Lagoon, hati serasa di pantai, sekali melangkah, dua tiga pulau terlewati.

Agar lebih kuat membangun suasana laut, bangunan utama Kelapa Lagoon berbentuk kapal laut tempo dulu yang berbahan kayu. Kapal laut ini menyambung dengan bangunan yang menyerupai opera house di Sydney Australia. Jadi, Anda seolah-olah makan di opera house yang ada di atas kapal laut.

Hmmm... Anda bisa bayangkan menikmati makanan sambil menjelajah samudera. Dari dalam kapal, Anda bisa meneropong hamparan Pantai yang dipenuhi pohon nyiur dan palem.Bagi mereka yang ingin serasa duduk di Pantai, bisa memilih duduk di saung dengan atap payung yang dikelilingi pohon nyiur. Pohon nyiur yang rimbun membuat Anda seperti berada di cafe pinggir Pantai. Kalau bawa seabrek keluarga, Anda bisa memilih tempat di depan kafe yang berbentuk bangunan bertingkat.

Bangunan ini pun berinterior bambu sehingga klop dengan nuansa Pantai yang ada di Kelapa Lagoon. Bagi yang ingin lesehan, pilihlah tempat di saung bambu yang luas di halaman belakang. Tempat ini cocok untuk keluarga bersantai lantaran di halaman saung ada arena bermain anak-anak seperti ayunan, luncuran, dan lainnya.

Walau menjual suasana pantai, Kelapa Lagoon tak kalah soal kelezatan makanan. Ada makanan khas Bun-ti Parahyangan yang penuh sayuran mentah alias lalapan seperti timun, tomat, kemangi, terong, kubis, dan selada. Dan, tentu saja karena menjual suasana laut, maka tak afdol bila tak menyediakan aneka makanan laut seperti ikan kerapu, baronang, dan banyak lagi lainnya.

Nasi timbel bakar merupakan penganan paling populer di sini. Nasi pulen yang dibungkus daun pisang ini disantap dengan lalapan, sambal dadak, dan sepotong ayam tepung garing khas Kelapa Lagoon. Ada banyak menu lain seperti sop buntut, pepes, ikan air tawar, dan tumis sate beef. Jadi, selain makanan sunda, ada jugs makanan yang bersifat universal.

"Konsep Kelapa Lagoon adalah one stop dinner. Datang ke sini, semua ada," kata Risdianto. Soal harga, tcukup bersaing dengan rumah makan lain. Sebut saja, nasi timbel Rp 25.000, ayam bakar Rp 47.500, pepes ikan mas Rp 32.500, sop buntut Rp 35.000, dan beef lagoon wonder steak Rp 37.500.

Setelah kenyang, tentu kita ingin menyeruput minuman yang menyegarkan. Nah, minuman yang ditawarkan di sini cukup bervariasi. Ada minuman hangat seperti bandrek, bajigur, ronde, dan lainnya. Bagi yang ingin menyesap minuman dingin, ada es campur Kelapa Lagoon, cocktail, dan seabrek minuman lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau