Laporan Wartawan Kompas Nina Susilo
SURABAYA, MINGGU - Rois Syuriyah PWNU Jatim KH_Miftachul Akhyar mengharapkan semua pihak menggunakan momentum Ramadhan untuk introspeksi diri dan rekonsiliasi. Para politisi dan calon kepala daerah juga diminta untuk tidak mengabaikan makna dan hikmah Ramadhan dengan memanfaatkan bulan suci untuk kepentingan politik.
"Hidup tidak hanya secara fisik, tetapi nurani dan moral sangat penting untuk dibersihkan. Meski sulit membedakan nilai dakwah dan kepentingan kampanye di bulan Ramadhan, masyarakat pasti bisa menilai siapa yang hanya mengejar kedudukan," kata KH Akhyar.
Rois Syuriyah juga meminta semua pihak untuk tidak men-sweeping tempat-tempat hiburan malam yang masih beroperasi di bulan Ramadhan. Sebaiknya, bila hal itu terjadi, dilaporkan kepada aparat keamanan. "Kekerasan bukan cara yang baik, tidak Islami, dan tidak bermoral. Jangan sampai upaya baik tercoreng sweeping yang seperti menakut-nakuti orang lain. Mengingatkan orang lain semestinya bisa dilakukan tanpa kekerasan," kata KH Akhyar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang