Suami Sarah Palin Seorang Pembalap

Kompas.com - 01/09/2008, 07:21 WIB

ANCHORAGE, ALASKA - Mungkin banyak di antara Anda yang bertanya-tanya mengenai jati diri suami dari kandidat Wakil Presiden Amerika Serikat Partai Republik Sarah Palin, Todd Mitchell Palin. Siapakah dia?  

 

Todd Palin, atau Todd, merupakan mantan pekerja di ladang minyak dan nelayan komersial. Ayah lima anak ini menggemari olah raga snowmobile, dan telah empat kali menjuarai kejuaraan snowmobile dengan lintasan terpanjang di dunia. Begitu cintanya terhadap olah raga ini, ia bahkan tetap mengikuti kejuaraan ini setelah statusnya berubah menjadi bapak negara bagian, ketika istrinya dilantik menjadi Gubernur Negara Bagian Alaska, Desember 2006 lalu.  

 

Tahun ini, ketika mengikuti kejuaraan Tesoro Iron Dog 2008 -sebuah kompetisi balap motor di salju- bersama temannya Scott Davis, ia mengalami kecelakaan dan menderita patah tulang. Namun, ia pantang menyerah, dan memutuskan untuk tetap melaju hingga garis finish, yang hanya berjarak 640 kilometer lagi. Akhirnya, ia mencapai garis finish, dan menempati urutan keempat.  

 

Seorang kawan Todd, Bedard, mengatakan bahwa pembalap ini merupakan lawan yang tangguh, namun tidak segan-segan menolong lawannya yang mengalami masalah. Bedard menceritakan, ketika mengikuti kejuaraan Iron Dog 2007, Todd bersama Davis menolong seorang pembalap yang mengalami patah rusuk sampai ke pos pemeriksaan, sebelum melanjutkan pertandingan dan menjadi juara.  

 

Davis, tujuh kali juara Iron Dog, tidak dapat dihubungi, Jumat, atau Sabtu waktu Indonesia. Namun, seorang pekerja di perusahaan manufaktur blok beton milik keluarga Davis di Soldotna, mengatakan, Todd kerap datang ke kantor tersebut menjelang pertandingan. Pekerja yang bernama Vickie Aber tersebut menggambarkan Todd sebagai sosok yang tenang dan sederhana, dan tidak terintimadasi oleh ketenaran istrinya.  

 

Todd dilahirkan di Dillingham, bagian barat Alaska. Ia bertemu dengan Sarah ketika kejuaraan basket tingkat SMA dan menikah diam-diam pada tahun 1988, enam tahun setelah mereka lulus, karena tidak memiliki uang untuk biaya menikah.  

 

"Hasil tangkapan ikan kami sangat buruk waktu itu, sehingga kami tidak memiliki uang. Jadi, kami memutuskan untuk menikah di pengadilan," tutur Todd kepada AP tahun lalu.  

 

Kedua pasangan tersebut menghabiskan sebagian besar waktu mereka di Wasilla, sebuah kota kecil dimana Sarah terpilih menjadi walikota sebanyak dua kali, dibandingkan di rumah dinas gubernur di Juneau. Di rumah, Todd dikenal sebagai si jago masak, dan bertugas mengantar anak-anak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, seperti bola basket dan sepak bola.  

 

Namun, citra Todd sebagai pria baik-baik belakangan ini tergerus oleh sebuah spekulasi yang mengatakan bahwa istrinya memecat komisaris keselamatan umum Alaska, Walt Monegan, karena ia menolak memecat seorang polisi patroli, yang merupakan ipar dari Sarah Palin. Diketahui, petugas tersebut dituding mengancam keluarga Palin. Monegan mengatakan, tekanan untuk memecat petugas tersebut datang dari orang-orang di sekeliling Sarah Palin, termasuk suaminya.  

 

Namun, Todd menyangkal hal ini. Menurutnya, ia tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk memecat petugas tersebut.   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau