PALU, SENIN- Di hari pertama Ramadhan, Senin (1/9) ini, harga barang kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kota Palu, seperti daging ayam dan telur ayam terus melambung tinggi. Harga telur ayam, misalnya, naik dari Rp 22.500 per rak (30 butir) menjadi Rp 30.000. Sedangkan daging ayam naik dari Rp 22.000 per kg menjadi Rp 25.000.
"Harga telur saat ini mencapai Rp30.000 per rak (isi 30 butir), karena permintaan meningkat," kata Ardin, seorang pedagang telur di Pasar Masomba, Palu Selatan. Ia menambahkan, harga pembelian dari kandang memang sudah Rp 29.000 per rak.
Udin, seorang pedagang ayam, menyatakan, banyak konsumen kaget ketika mengetahui harga daring ayam melonjak. Sebagian calon pembeli bahkan mengurungkan niatnya. Ia sebenarnya juga kasihan melihat masyarakat yang beban hidupnya sudah berat harus bertambah berat lagi. Akan tetapi, ia mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena harga kulakannya juga sudah naik.
Salah seorang pembeli, Rini, Warga Tanjung Manimbaya, Palu Selatan, mengaku sangat keberatan dengan naiknya sejumlah bahan pokok sehari datangnya bulan puasa ini. "Saat ini semua bahan sembako mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ini sangat memberatkan kami, terutama warga dari kalangan bawah," keluhnya.
Kepala Sub Dinas Perdagangan, Dinas Perindustian Perdagangan dan Koperasi Sulteng Omus Montjai yang dihubungi terpisah menyatakan, kenaikan harga beberapa jenis kebutuhan pokok tersebut sulit dihindari karena mengikuti kondisi dan ketersediaan stok yang ada di pasar.
Ia juga mengatakan, masyarakat tidak perlu kuatir, sebab bahan kebutuhan pokok tersedia cukup banyak. "Distributor menjamin bahan kebutuhan tetap tersedia, makanya masyarakat tidak perlu panik bakal terjadi kekosongan," kata Omus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang