JAKARTA, SENIN - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Indonesia mencatat inflasi Agustus mencapai 0,51 persen. Sehingga, inflasi tahun kalendar (Januari-Agustus) mencapai 9,4 persen dan inflasi year on year (YoY) 11,85 persen.
Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Senin (1/9) mengatakan, inflasi terutama karena kenaikan harga yang tinggi pada sektor bahan makanan 0,94 persen dan sektor pendidikan rekreasi dan olahraga 1,36 persen. "Pada Agustus tidak ada lagi kenaikan harga angkutan yang tercatat BPS," katanya.
Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar di
antaranya, ikan segar, daging ayam ras, telur ayam ras, elpiji dan biaya pendidikan SLTA. "Meski kenaikan harga elpiji kemudian ditunda, tapi itu sudah keburu menyumbang. Sedangkan biaya pendidikan SLTA mengikuti SD dan SLTP yang mendorong inflasi pada bulan sebelumnya," katanya.
Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi antara lain, emas, bawang merah, cabe merah, bensin pertamax, dan minyak goreng.
Bulan lalu, inflasi berada pada angka 1,37 persen. Sementara, inflasi YoY mencapai 11,90 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang