Tahun Depan Masih Milik Pertamina

Kompas.com - 01/09/2008, 15:14 WIB

JAKARTA, SENIN - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan, PT Pertamina (Persero) berpeluang besar ditunjuk kembali sebagai pelaksana distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun 2009.
    
Anggota BPH Migas Agus Budi Hartono di Jakarta, Senin (1/9) mengatakan, selain Pertamina, belum ada badan usaha lain yang memenuhi kemampuan sesuai yang dipersyaratkan sebagai pelaksana distribusi BBM bersubsidi. "Masih berat bagi perusahaan lainnya. Dengan kondisi sekarang ini, memang Pertamina yang berpeluang besar," katanya.
    
Menurut dia, Pertamina selain memiliki pengalaman, juga fasilitas yang memadai. "Sanggup tidak, misalkan badan usaha lain ditunda pembayaran subsidinya atau mendapat tunggakan PLN yang cukup besar," katanya.
    
Meski demikian, lanjutnya, bisnis BBM bersubsidi akan semakin tidak menarik. Soalnya, secara bertahap pemerintah mengurangi volume BBM bersubsidi.
    
Sehingga, badan usaha lain bisa lebih berkonsentrasi pada bisnis BBM nonsubsidi.
    
Setiap tahun, konsumsi BBM mencapai sekitar 60 juta kiloliter. dari jumlah itu,  40 juta kiloliter di antaranya bersubsidi.
    
Kuota BBM bersubsidi 2009 yang kini masih dalam pembahasan pemerintah dan DPR adalah sebesar 36,85 juta kiloliter dan alpha (biaya distribusi dan marjin) 8,36 persen.
    
Volume tersebut terdiri dari premium 19,44 juta kiloliter, minyak tanah 5,8 juta kiloliter, dan solar 11,61 juta kiloliter.
    
Sedang, konsumsi BBM bersubsidi 2008 diperkirakan 38,92 juta kiloliter yang terdiri dari premium 19,47 juta, minyak tanah 7,56 juta, dan solar 11,89 juta.
    
BPH Migas telah mengundang 27 badan usaha yang telah memiliki izin pendistribusian BBM guna mendapat penjelasan mekanisme penyediaan BBM bersubsidi tahun 2009.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau